Sebuah model kecerdasan buatan (AI) misterius bernama Ox Alpha mendadak viral setelah muncul tanpa identitas di platform agregator model AI, OpenRouter, pada 20 Agustus 2026.
Tanpa nama perusahaan, tanpa rilis pers, model ini justru langsung menempati posisi puncak berbagai leaderboard AI dan memicu perburuan digital besar-besaran. Siapa sebenarnya yang membuatnya?
Kehebohan bermula ketika pengguna menemukan performa Ox Alpha yang jauh melampaui ekspektasi untuk sebuah model stealth model tak dikenal.
Seorang pengembang bernama Ben Davis menjalankan uji sampel sepuluh tugas dan mendapati Ox Alpha berhasil menyelesaikan 80 persen tugas coding pada percobaan pertama, mengungguli Claude Fable 5 milik Anthropic yang hanya mencapai 65 persen dan GPT-5.6 Sol milik OpenAI yang berada di angka 52 persen. Angka ini pun langsung menyebar luas di media sosial dalam hitungan hari.
Teka-Teki yang Memancing Spekulasi Global
Ketiadaan identitas resmi justru menjadi bahan bakar utama viralnya Ox Alpha. Bahkan CEO Stripe, Patrick Collison, yang perusahaannya baru saja sepakat mengakuisisi OpenRouter, ikut menyebut Ox Alpha "sangat mengesankan" lewat unggahan di platform X.
Sejumlah analis AI turut menyuarakan ketidakpastian mereka soal asal-usul model tersebut di tengah derasnya spekulasi publik. Nama-nama besar seperti Google, Xiaomi, DeepSeek, hingga divisi AI Microsoft (MAI) sempat disebut-sebut sebagai kandidat pencipta Ox Alpha.
Namun, jejak digital berupa kesamaan struktur tokenizer justru mengarahkan dugaan kuat ke satu perusahaan asal China: Zhipu AI, pengembang seri model GLM.
Z.ai Akhirnya Buka Suara
Setelah beberapa hari diselimuti misteri, jawaban akhirnya datang. Z.ai — nama dagang dari Zhipu AI, pembuat seri model GLM — mengonfirmasi bahwa merekalah pihak di balik Ox Alpha, dan weights model tersebut akan dirilis untuk publik.
Konfirmasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg dan kemudian diperkuat langsung oleh pernyataan resmi perusahaan.
Z.ai menjelaskan bahwa Ox Alpha merupakan iterasi terbaru dari lini GLM mereka, reasoning model yang dirancang khusus untuk pekerjaan coding, tugas agentic jangka panjang, serta beban kerja produksi yang menggabungkan teks dengan konteks visual.
Perusahaan menyebut model ini cocok untuk rekayasa perangkat lunak berskala besar dan alur kerja yang memadukan pemahaman teks dan gambar.
Bagian dari Tren "Model Siluman" asal China
Ox Alpha bukan yang pertama. Sebelumnya, sejumlah model AI China sempat "menyamar" di OpenRouter sebelum akhirnya identitasnya terbongkar — mulai dari Pony Alpha (GLM-5), Hunter Alpha (MiMo-V2-Pro milik Xiaomi), hingga Owl Alpha (LongCat-2.0 milik Meituan).
Kemunculan Ox Alpha turut menegaskan ancaman yang semakin nyata dari model-model China yang murah namun bertenaga, yang berpotensi merebut pangsa pasar dari perusahaan model AI premium seperti OpenAI dan Anthropic.
Strategi merilis model secara anonim sebelum peluncuran resmi ini dinilai efektif memicu rasa penasaran publik sekaligus menghasilkan pengujian dunia nyata secara gratis dari komunitas developer global.
