Layanan internet murah bertajuk Internet Rakyat besutan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge kembali ramai diperbincangkan publik. Program yang menawarkan akses internet 5G fixed wireless access (FWA) berkecepatan 100 Mbps dengan harga Rp100.000 per bulan itu kerap dicurigai sebagai praktik penipuan oleh sebagian masyarakat.
Padahal, kecurigaan tersebut lebih banyak dipicu oleh ulah pihak tak bertanggung jawab yang mencatut nama besar program tersebut untuk aksi phishing, bukan berasal dari program resminya sendiri.
Modus Phishing Catut Nama Internet Rakyat
Tim Cek Fakta Kompas.com mengungkap beredarnya tautan di media sosial Facebook yang menjanjikan bantuan internet gratis 25 GB per bulan dengan mengatasnamakan PT Telemedia Komunikasi Pratama, operator Internet Rakyat.
Setelah ditelusuri, tautan tersebut tidak mengarah ke laman resmi, yakni internetrakyat.id dan mytelemedia.id, melainkan ke formulir yang terindikasi digunakan untuk mencuri data pribadi pengguna.
Pengelola memastikan proses pra-pendaftaran layanan ini sama sekali tidak mensyaratkan akun Telegram, sehingga setiap tautan yang meminta data pribadi melalui kanal tersebut patut dicurigai sebagai upaya phishing.
Temuan ini memperkuat pola yang lebih luas yaitu; program bantuan atau layanan gratis yang namanya sedang populer kerap dijadikan kedok oleh pelaku kejahatan siber untuk menjaring korban baru melalui tautan palsu di media sosial dan aplikasi pesan instan.
Harga Terlalu Murah Picu Keraguan
Faktor kedua yang membuat sebagian masyarakat ragu adalah banderol harga Internet Rakyat yang dinilai terlalu murah untuk standar pasar Indonesia, negara yang selama ini dikenal dengan harga layanan internet rumahan yang relatif mahal.
Layanan FWA 5G ini dipasarkan dengan kecepatan hingga 100 Mbps seharga Rp100.000 per bulan, jauh di bawah rata-rata harga paket sejenis di pasaran.
Kombinasi harga murah dan proses penggelaran jaringan yang membutuhkan waktu membuat sejumlah calon pelanggan yang telah melakukan pra-registrasi merasa menunggu tanpa kepastian.
Kondisi ini turut memperkuat persepsi keliru bahwa program tersebut hanya gimmick pemasaran, meski secara korporasi Surge merupakan emiten terbuka di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham WIFI dan kinerja keuangan yang terus bertumbuh.
Cara Membedakan Program Internet Rakyat Asli dan Penipuan
Agar tidak terjebak penipuan yang mendompleng nama Internet Rakyat, masyarakat disarankan memperhatikan beberapa hal berikut:
- Hanya mendaftar melalui laman resmi internetrakyat.id atau mytelemedia.id, bukan tautan yang beredar di grup Facebook maupun Telegram.
- Mewaspadai setiap tawaran "gratis" yang tidak pernah diumumkan di kanal resmi perusahaan.
- Tidak memasukkan data pribadi seperti NIK, nomor rekening, atau kode OTP ke formulir dari tautan tidak dikenal.
- Memverifikasi informasi lebih dulu melalui kanal cek fakta resmi seperti Kompas Cek Fakta sebelum menyebarkan ulang informasi yang diragukan kebenarannya.
Edukasi publik menjadi kunci agar masyarakat mampu membedakan program Internet Rakyat yang resmi dengan sindikat penipuan digital yang memanfaatkan popularitasnya.
Dengan semakin banyak informasi yang terverifikasi, kepercayaan terhadap program akses internet terjangkau ini diharapkan dapat kembali meningkat, sejalan dengan upaya pemerataan akses digital di Indonesia.
