File Penyelidikan Jeffrey Epstein di Server FBI Dibobol oleh Peretas Asing

Notification

×

File Penyelidikan Jeffrey Epstein di Server FBI Dibobol oleh Peretas Asing

11/03/2026 | 8:17:00 PM WIB Last Updated 2026-03-11T13:45:28Z
 Keamanan,Jeffrey Epstein,Hacker FBI,Peretas FBI,Dokumen Epstein,Server FBI,keamanan siber,Viral

Menurut dokumen Departemen Kehakiman yang baru-baru ini dipublikasikan dan laporan dari Reuters, seorang peretas (hacker) asing berhasil menyusup ke dalam file-file terkait investigasi FBI terhadap mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Insiden pembobolan ini terjadi di Kantor Lapangan FBI di New York tiga tahun lalu.

Dalam pernyataannya, FBI menggambarkan peretasan tersebut sebagai insiden siber yang "terisolasi". Mereka menyatakan telah membatasi akses pelaku dan langsung memperbaiki keamanan jaringan, sambil menambahkan bahwa penyelidikan mengenai insiden ini masih berlangsung.

Meskipun sumber menyebutkan bahwa peretasan ini tampaknya dilakukan oleh penjahat siber biasa dan bukan didalangi oleh pemerintah asing, insiden ini tetap menyoroti betapa tingginya potensi nilai intelijen dari dokumen-dokumen Epstein tersebut.

Kronologi Pembobolan pada Februari 2023

Peretasan ini terjadi setelah sebuah server di Laboratorium Forensik Eksploitasi Anak di Kantor Lapangan FBI New York secara tidak sengaja dibiarkan rentan oleh Agen Khusus Aaron Spivack.  Menurut dokumen terkait, Spivack saat itu sedang kesulitan menavigasi prosedur biro yang rumit dalam menangani barang bukti digital.

Dalam catatan linimasa yang ditulis oleh Spivack, pembobolan tersebut terjadi pada 12 Februari 2023. Insiden itu baru disadari keesokan harinya saat Spivack menyalakan komputernya dan menemukan sebuah file teks peringatan yang menyatakan bahwa jaringan server telah disusupi.

Investigasi lebih lanjut menemukan jejak aktivitas tidak wajar di server tersebut, termasuk adanya penelusuran terhadap file-file tertentu yang berkaitan dengan penyelidikan Epstein. Hingga kini, belum diketahui secara pasti dokumen spesifik apa saja yang diakses, apakah peretas mengunduh data tersebut, atau identitas sebenarnya dari sang peretas.

Agen Khusus Spivack yang diinvestigasi terkait kelalaian ini merasa bahwa ia dijadikan "kambing hitam". Ia justru menyalahkan kebijakan internal biro yang saling bertentangan serta panduan teknologi informasi yang dianggap tidak memadai.

Peretas Tak Sadar Menyusup ke Server FBI

Sebuah fakta mengejutkan diungkapkan oleh sumber yang mengetahui insiden ini adalah sang peretas asing tampaknya tidak menyadari bahwa ia telah membobol server milik penegak hukum.

Saat berhasil masuk, peretas tersebut merasa jijik setelah menemukan gambar-gambar eksploitasi dan pelecehan anak di dalam perangkat itu.  Ia bahkan sempat meninggalkan pesan berisi ancaman bahwa ia akan melaporkan pemilik server tersebut ke pihak FBI.

Para pejabat FBI kemudian berhasil meredakan situasi dengan meyakinkan sang peretas bahwa mereka sendirilah pihak FBI.  Hal ini dilakukan salah satunya melalui panggilan video (video chat) di mana para agen FBI menunjukkan lencana dan tanda pengenal resmi penegak hukum mereka di depan kamera.

Hingga laporan ini dibuat, belum dapat dipastikan siapa peretas tersebut, dari negara mana ia beroperasi, apa yang dilakukannya dengan data yang diakses, maupun apakah ada upaya lebih lanjut dari penegak hukum untuk mengidentifikasi atau menghukumnya atas pembobolan server FBI tersebut.