Harga HP naik hingga 45% di Indonesia, menurut data Counterpoint Research yang dikutip Katadata. Pemicunya adalah kelangkaan cip memori global yang belum menunjukkan tanda mereda. Kenaikan itu menyentuh model lama maupun baru, sehingga konsumen perlu menimbang ulang kapan sebaiknya membeli ponsel.
Lembaga riset IDC memperkirakan harga jual rata-rata smartphone global pada 2026 mencapai US$581, naik 27,6% dari tahun lalu. Dalam laporan 26 Agustus 2026, IDC juga memangkas proyeksi pengiriman. Angkanya kini turun 16,7% menjadi sedikit di atas 1 miliar unit, kontraksi tahunan terbesar yang pernah tercatat.
Pusat Data AI Menyerap Pasokan Memori
Akar masalahnya ada pada memori, yakni DRAM dan NAND yang menentukan kapasitas RAM dan penyimpanan di ponsel. Menurut Katadata, produsen memori mengalihkan kapasitas ke cip untuk pusat data AI yang menawarkan margin lebih tinggi, sehingga pasokan untuk perangkat konsumen menipis.
IDC mencatat biaya NAND dan DRAM naik lebih dari 300% secara tahunan. TrendForce memperkirakan harga kontrak DRAM seluler pada kuartal II 2026 naik minimal 70–75% untuk LPDDR4X dan 78–83% untuk LPDDR5X dibanding kuartal sebelumnya. Lembaga itu menilai merek ponsel akan memangkas total produksi tahun ini.
Dampaknya tidak berhenti pada harga. TrendForce menyebut RAM 12GB menjadi standar ponsel kelas atas, kelas menengah kembali ke 8GB, dan model entry-level umumnya memakai 4GB.
Segmen Murah di Indonesia Paling Terpukul
Counterpoint Research mencatat pengiriman smartphone di Indonesia turun 9% secara tahunan pada kuartal I 2026. Segmen di bawah US$150 anjlok 19%, sedangkan segmen di atas US$600 tumbuh 30% dan menyumbang 8,3% dari total pengiriman.
Pola serupa terlihat secara global. IDC melaporkan pengiriman ponsel di bawah US$100 turun hampir 60% secara tahunan pada kuartal II 2026. Francisco Jeronimo, Vice President IDC, menyebut era ponsel murah telah berakhir.
Samsung dan Google Ikut Menyesuaikan Harga
Pada Oktober 2026, sejumlah laporan menyebut Google menaikkan harga Pixel 10a di Amerika Serikat dari US$499 menjadi US$599. Seri Galaxy A Samsung juga naik US$30 hingga US$70, misalnya Galaxy A17 5G dari US$200 menjadi US$270 dan Galaxy A57 5G dari US$550 menjadi US$600. Bisnis.com mencatat kenaikan itu diduga terkait krisis RAM, bukan penjelasan resmi perusahaan. Harga tersebut dalam dolar AS dan belum tentu berlaku sama di Indonesia.
Di pasar domestik, pedagang di ITC Fatmawati kepada Bisnis.com menyebut kenaikan harga Samsung terjadi bertahap, sedangkan merek lain bisa naik Rp1 juta hingga Rp2 juta sekaligus. Penjualan di kisaran Rp3 juta–Rp4 juta disebut masih stabil. Gartner memproyeksikan harga DRAM dan SSD naik sekitar 130% hingga akhir 2026, yang mendorong harga ponsel naik sekitar 13% dibanding 2025.
Deputy CEO Erajaya Digital Kim Jong Won menyatakan kenaikan berasal dari rantai pasok global. “Masalahnya itu di material, di memory-nya udah naik,” ujarnya pada 22 September 2026. Erajaya menggelar festival belanja pada Agustus–Oktober agar konsumen bisa membeli sebelum harga naik lagi.
Kapan Waktu Terbaik Membeli HP?
Belum ada patokan tanggal yang pasti, tetapi sumber-sumber yang ditelusuri sepakat bahwa menunggu harga turun penuh risiko.
Katadata menulis harga memori tidak diperkirakan kembali ke level 2025 meski pasokan normal. Pabrik baru baru berproduksi penuh pada 2027, dan IDC memperkirakan harga memori terus naik setidaknya hingga 2028.
CEO Nothing Carl Pei, seperti dikutip CNBC Indonesia, mengatakan waktu terbaik membeli ponsel adalah kemarin, dan waktu terbaik berikutnya adalah sekarang. Ia juga menilai periode diskon tahun ini tidak akan sebesar sebelumnya. Pernyataan itu merupakan pandangan produsen, bukan ketetapan pasar.
Media VIVA menyarankan memanfaatkan masa peluncuran, ketika promo seperti bonus penyimpanan atau cicilan bunga rendah sering lebih menguntungkan daripada diskon belakangan.
Membeli sekarang bukan berarti harus terburu-buru. Seorang pedagang di Depok Town Square menyarankan tidak berganti ponsel selama perangkat lama masih berfungsi normal. Counterpoint, seperti dikutip Bisnis.com, memproyeksikan pasar ponsel bekas dan rekondisi tumbuh 13% pada 2026 karena konsumen tergeser dari perangkat baru.
Yang Perlu Dicek Sebelum Membeli
Katadata menyarankan konsumen memperhatikan daya tahan baterai setelah dua hingga tiga tahun pemakaian, konsistensi performa, serta umur pakai.
Umur pakai mencakup ketahanan fisik, ketersediaan suku cadang, dan durasi pembaruan sistem serta keamanan. Pembaca juga perlu membandingkan varian RAM dan penyimpanan, sebab sebagian model dilaporkan menurunkan spesifikasi tanpa mengganti nama.
Selama pasokan memori belum pulih, kenaikan harga HP kemungkinan masih berlanjut. Konsumen disarankan memantau harga resmi di toko dan distributor, menyesuaikan kebutuhan dengan anggaran, dan menimbang opsi ponsel bekas yang kondisinya terverifikasi.
Sumber:
- IDC: Smartphone Shipments Set for Record 16,7% Drop in 2026.
- TrendForce: Mobile DRAM Contract Prices 2Q26 (14/5/2026).
- Counterpoint Research: Indonesia Smartphone Market Q1 2026.
- Asymco: Indonesia Smartphone Shipments Fall 9% YoY in Q1 2026.
- Katadata: Harga HP Naik hingga 45% di Indonesia.
- CNBC Indonesia: Harga HP Naik Gila-Gilaan.
- Bisnis.com: HP Samsung-Google Makin Mahal (12/10/2026).
- Bisnis.com: Harga HP di ITC Fatmawati Merangkak Naik (22/9/2026).
- Gizmologi: Erajaya Ungkap Strategi Hadapi Kenaikan Harga HP Global (23/9/2026).
- VIVA Techno: Jangan Tunggu Diskon, Ini Waktu Terbaik Beli HP di 2026.
