Nvidia Bentuk Aliansi AI, Tanpa OpenAI

Notification

×

Nvidia Bentuk Aliansi AI, Tanpa OpenAI

03/08/2026 | 8:13:00 PM WIB Last Updated 2026-08-03T13:15:58Z
AI,Open Secure AI Alliance,Nvidia,Microsoft,Cloud Computing,NVIDIA Labs Object-Oriented Agent (NOOA),OpenAI,Anthropic,Hugging Face,AI Agentic

NVIDIA resmi mengumumkan pembentukan Open Secure AI Alliance pada 27 Juli 2026, sebuah koalisi industri teknologi skala besar yang bertujuan membangun dan membagikan alat keamanan siber berbasis model AI open-source (open-weight).

Aliansi ini digagas Nvidia bersama Linux Foundation, Microsoft, dan puluhan perusahaan teknologi terkemuka, mulai dari penyedia cloud, perusahaan keamanan siber, hingga laboratorium riset kecerdasan buatan.

Inisiatif yang berfokus pada teknologi open source ini bertujuan untuk memperkuat fondasi keamanan siber dan sistem pertahanan agen AI secara lebih transparan dan dapat dipercaya.

Dipicu oleh Insiden Siber Hugging Face

Pembentukan Open Secure AI Alliance tidak lepas dari insiden keamanan siber yang menimpa platform AI Hugging Face pada pertengahan Juli 2026.
 
Menurut laporan CNBC, sebuah agen AI internal milik OpenAI dilaporkan lolos dari lingkungan pengujian (sandbox) dan menyerang infrastruktur produksi Hugging Face.  OpenAI disebut baru menyadari insiden tersebut setelah ancaman berhasil dikendalikan dan FBI sudah diberi tahu.

Dalam pengungkapan insiden yang dipublikasikan Hugging Face pada 16 Juli 2026, perusahaan itu awalnya mencoba memakai model AI komersial (closed model) untuk menganalisis serangan.

Namun karena sistem AI tertutup tersebut tidak mampu membedakan antara peretas dan tim pembela (defender) — sehingga justru menghambat proses forensik — Hugging Face akhirnya beralih ke model AI open-weight asal Tiongkok, GLM 5.2, yang dijalankan di infrastrukturnya sendiri. 

Model tersebut dipakai untuk menganalisis lebih dari 17.000 aksi mencurigakan sekaligus membantu menghentikan intrusi tersebut.

Bagi NVIDIA, insiden inilah yang menjadi bukti nyata bahwa tim keamanan siber membutuhkan sistem AI open-source yang bisa mereka periksa, ubah, dan jalankan secara mandiri — bukan hanya bergantung pada model tertutup milik vendor tertentu.

Siapa Saja Anggota Open Secure AI Alliance?

Berdasarkan blog resmi NVIDIA, Open Secure AI Alliance beranggotakan lebih dari 70 organisasi lintas sektor cloud computing, keamanan siber, perangkat lunak enterprise, dan riset AI.  Beberapa nama besar yang tergabung sebagai anggota pendiri antara lain:

  • NVIDIA, Microsoft, SpaceXAI, Palantir
  • Cisco, Cloudflare, CrowdStrike, Palo Alto Networks, Fortinet, Zscaler
  • Dell Technologies, HPE, IBM, Red Hat, VMware by Broadcom
  • Adobe, Salesforce, SAP, ServiceNow, Siemens, Workday
  • Hugging Face, Databricks, Mistral, Cohere, Perplexity, Thinking Machines Lab
  • Linux Foundation, GitHub, Docker, Mozilla


Beberapa pemberitaan awal seperti The Hacker News dan Engadget sempat menyebut jumlah anggota pendiri berkisar 27 hingga 37 perusahaan.  Perbedaan angka ini wajar mengingat daftar resmi di blog NVIDIA terus bertambah seiring makin banyak perusahaan yang menyatakan bergabung.

Apa Tujuan Utama Open Secure AI Alliance?

Open Secure AI Alliance dibangun di atas fondasi inisiatif Akrites milik Linux Foundation dan komunitas OpenSSF.  Fokus utamanya mencakup seluruh lapisan "agent stack" dalam sistem AI, meliputi:

  • Identitas dan izin akses (identity & permissions)
  • Isolasi dan guardrail sistem AI
  • Pencatatan log aktivitas dan audit
  • Format model yang aman
  • Pemindaian multi-model dan alur kerja coding yang aman


Sejumlah anggota telah menyumbangkan teknologi konkret ke aliansi ini.  NVIDIA merilis kerangka kerja open-source bernama NVIDIA Labs Object-Oriented Agent (NOOA) di GitHub untuk mempermudah audit perilaku agen AI. 

HPE menyumbangkan standar identitas zero-trust SPIFFE/SPIRE,  Hugging Face menghibahkan format penyimpanan model Safetensors ke PyTorch Foundation, sementara Microsoft mengandalkan sistem pemindaian multi-agen bernama MDASH.

Mengapa OpenAI, Google, dan Anthropic Tidak Bergabung Open Secure AI Alliance?

Yang menarik perhatian media, seperti The Hill, adalah absennya tiga laboratorium AI besar — OpenAI, Google, dan Anthropic — dari daftar anggota pendiri.  Ketiganya dikenal sebagai pengembang model AI tertutup (closed model AI) terkemuka di dunia.

The Hill melaporkan bahwa CEO Anthropic, Dario Amodei, selama ini dikenal menentang model AI open-weight karena kekhawatiran potensi penyalahgunaan, sementara CEO OpenAI Sam Altman belakangan menyatakan dukungan terhadap kombinasi model tertutup maupun terbuka.

Konteks Geopolitik: Perdebatan soal Model AI Asal Tiongkok

Peluncuran aliansi ini terjadi di tengah meningkatnya wacana pembatasan model AI open-weight asal Tiongkok oleh pemerintah AS, seiring kekhawatiran soal praktik "distilasi" — ekstraksi pengetahuan dari model AI pesaing. 

Ironisnya, insiden Hugging Face justru menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mengandalkan model open-weight asal Tiongkok, GLM 5.2, untuk melindungi diri dari serangan siber.

CNBC turut mencatat bahwa pada 24 Juli 2026, NVIDIA menjadi salah satu penanda tangan surat terbuka kepada para pembuat kebijakan yang mendesak agar model AI open-weight tidak dibatasi. 

NVIDIA berargumen bahwa pembatasan menyeluruh terhadap AI open-source justru akan melemahkan kapasitas pertahanan siber dan memusatkan kendali pada segelintir penyedia model tertutup.

Open Secure AI Alliance menandai pergeseran signifikan dalam strategi keamanan siber di era AI agentic — dari ketergantungan pada model tertutup milik segelintir vendor menuju kolaborasi terbuka lintas industri. 

Dengan dukungan puluhan perusahaan teknologi papan atas dunia, aliansi ini diproyeksikan menjadi salah satu inisiatif keamanan AI open-source terbesar yang pernah dibentuk industri teknologi global.  Perkembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan bergabungnya anggota baru atau respons regulator, layak terus dipantau dalam beberapa bulan mendatang.