TikTok Pay: Fitur Kirim Uang Lewat DM

Notification

×

TikTok Pay: Fitur Kirim Uang Lewat DM

20/08/2026 | 8:00:00 PM WIB Last Updated 2026-08-21T00:23:52Z

TikTok dikabarkan tengah menyiapkan fitur baru yang memungkinkan penggunanya saling mengirim uang langsung dari kolom pesan pribadi atau direct message (DM).  Jika benar-benar diluncurkan, langkah ini akan menjadi perluasan lain dari ambisi TikTok merambah dunia layanan keuangan digital, sejalan dengan tren yang juga dijajaki platform media sosial lain.

Kabar ini pertama kali diungkap Bloomberg pada 18 Agustus 2026.  Menurut laporan tersebut, jejak fitur kirim uang ini ditemukan tersembunyi di dalam kode program versi terbaru aplikasi TikTok untuk iPhone di Amerika Serikat, meski belum resmi diuji coba ke publik.

Cara Kerja Fitur Transfer Uang di DM TikTok

Berdasarkan analisis kode yang ditemukan, skema fitur ini dirancang cukup sederhana dan familiar bagi pengguna aplikasi pembayaran digital lainnya.  Penerima uang cukup menekan tombol "terima" sebelum batas waktu transaksi habis.

Di sisi lain, pengirim akan menerima pembaruan status pengiriman melalui notifikasi push atau kotak masuk aplikasi.  Tak hanya itu, kode tersebut juga mengindikasikan adanya opsi untuk menyertakan pesan singkat pada setiap transaksi, mirip dengan fitur keterangan (caption) yang selama ini dikenal di layanan Venmo milik PayPal. 

Dengan begitu, transaksi kirim uang di TikTok berpotensi terasa lebih personal, sejalan dengan gaya interaksi sosial di platform tersebut.

TikTok Pay, Fondasi di Balik Fitur Baru Ini

Fitur ini dikabarkan akan berjalan di atas infrastruktur TikTok Pay, sistem pembayaran milik TikTok yang saat ini sudah beroperasi di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand.  Di kawasan tersebut, TikTok Pay digunakan terutama untuk memproses transaksi belanja di TikTok Shop.

Menariknya, di pasar Amerika Serikat, TikTok Shop justru belum menggunakan TikTok Pay dan masih mengandalkan metode pembayaran pihak ketiga seperti PayPal, Apple Pay, Google Pay, Klarna, dan Affirm.

Jika fitur kirim uang lewat DM TikTok resmi meluncur di AS, artinya akan ada perluasan signifikan jangkauan TikTok Pay ke pasar yang jauh lebih besar.

Bagian dari Ekspansi ByteDance ke Layanan Keuangan

Pengembangan fitur ini tidak berdiri sendiri. Bloomberg mencatat bahwa TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, memang telah aktif merekrut talenta di bidang layanan keuangan di Amerika Serikat.

ByteDance sendiri sudah lama menjajaki bisnis fintech, setidaknya sejak 2021 lewat peluncuran Douyin Pay di pasar Tiongkok, versi lokal dari TikTok.

Langkah ini menunjukkan pola konsisten: ByteDance secara bertahap membangun infrastruktur pembayaran sendiri agar aktivitas transaksi pengguna tetap berputar di dalam ekosistem aplikasinya, alih-alih berpindah ke aplikasi pembayaran pihak ketiga.

Skala Bisnis TikTok Shop Jadi Salah Satu Pendorong

Potensi bisnis di balik fitur ini terbilang besar. Berdasarkan data yang dikutip sejumlah media, transaksi di TikTok Shop secara global mencapai sekitar 50,3 miliar dolar AS sepanjang paruh pertama tahun ini, dengan kontribusi pasar Amerika Serikat saja mencapai sekitar 11,8 miliar dolar AS.

Selain itu, riset dari Sensor Tower menunjukkan pengguna di seluruh dunia telah menghabiskan lebih dari 2,9 miliar dolar AS untuk pembelian dalam aplikasi TikTok sepanjang tahun ini, menjadikan TikTok sebagai platform dengan pendapatan pembelian dalam aplikasi terbesar sejak 2022.

Dengan skala transaksi sebesar itu, kehadiran fitur kirim uang langsung di DM berpotensi membuat lebih banyak aktivitas finansial pengguna — mulai dari obrolan santai, sesi live streaming, hingga interaksi dengan kreator — tetap berlangsung tanpa perlu berpindah ke aplikasi pembayaran lain.

Bersaing dengan Fitur Serupa di Platform Lain

TikTok bukan satu-satunya platform media sosial yang mengarah ke layanan keuangan. Sebagai perbandingan, platform X (dahulu Twitter) milik Elon Musk juga tengah mengembangkan layanan bernama X Money, yang mencakup fitur kirim-terima uang antarpengguna, kartu debit fisik, hingga bunga simpanan.

Persaingan semacam itu menandakan bahwa media sosial berlomba menjelma menjadi "super-app" yang menggabungkan interaksi sosial dan transaksi finansial dalam satu platform.

Sorotan dan Tantangan yang Membayangi

Rencana ini muncul di tengah sorotan terhadap sejumlah fitur pembayaran TikTok yang sudah ada, seperti sistem hadiah virtual (koin) untuk kreator dan live streamer.

Sejumlah jaksa agung negara bagian di Amerika Serikat sebelumnya telah mengajukan gugatan yang menuding fitur-fitur tersebut berkontribusi terhadap risiko eksploitasi anak dan berpotensi melanggar aturan transmisi uang. 

Latar belakang itu membuat rencana perluasan fitur finansial TikTok kemungkinan akan menghadapi pengawasan regulasi yang ketat, terutama jika benar-benar menyasar pasar Amerika Serikat.

Belum Ada Kepastian Waktu Peluncuran Kirim Uang Lewat DM

Perlu digarisbawahi, juru bicara TikTok menegaskan kepada Bloomberg bahwa fitur ini belum diuji coba di pasar mana pun, yang mengindikasikan proyek ini masih berada pada tahap pengembangan awal.

Seperti lazimnya pengembangan aplikasi, tidak semua fitur yang ditemukan dalam kode program pada akhirnya benar-benar diluncurkan ke publik.  Dengan kata lain, belum ada jaminan atau jadwal pasti kapan — atau apakah — fitur kirim uang lewat DM ini akan tersedia bagi pengguna TikTok secara luas.

Fitur kirim uang di TikTok DM belum dapat digunakan. Fitur ini masih dalam tahap pengembangan awal dan belum diuji coba di pasar mana pun.   Fitur ini dikabarkan akan berjalan di atas TikTok Pay, sistem pembayaran TikTok yang sudah lebih dulu aktif di Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

Fitur ini diperkirakan menjadi bagian dari strategi ByteDance memperluas layanan keuangan digital sekaligus menjaga aktivitas transaksi pengguna tetap berada di dalam ekosistem aplikasi TikTok.