Notification

×

Robot Bebek Microduck Belajar Jalan Lewat Simulasi NVIDIA

28/10/2026 | 6:41:00 AM WIB Last Updated 2026-10-27T23:42:38Z
    Bagikan


Robot mungil berkaki dua bernama Microduck kini punya panduan resmi untuk belajar berjalan di dunia maya sebelum melangkah di dunia nyata.  NVIDIA menerbitkan tutorial lewat blog Hugging Face pada 21 Oktober 2026 yang menunjukkan cara melatih robot ini dengan Isaac Lab 3.0, lalu memindahkan hasilnya ke robot asli.

Microduck adalah robot berkaki dua setinggi 25 cm buatan Pollen Robotics, tim robotika di bawah Hugging Face.  Robot ini memiliki 15 motor, kamera, sensor kedalaman, dua sensor gerak, dan paruh yang bisa mengambil benda.  Robot ini bisa berjalan, duduk, jongkok, bangkit setelah jatuh, bahkan bermain sepatu roda.

Pre-order dibuka pada 27 Agustus dengan harga perkenalan 399 dolar AS.  Pengiriman pertama ditargetkan sebelum Natal 2026 untuk Amerika Utara, Eropa, dan Inggris.

Microduck Berlatih Ribuan Kali Tanpa Takut Rusak

Melatih robot langsung di dunia nyata itu lambat dan berisiko, sebab setiap jatuh bisa merusak komponen.  Karena itu pengembang memakai simulasi, seperti pilot yang berlatih di simulator sebelum menerbangkan pesawat sungguhan.

Isaac Lab menjalankan ribuan robot virtual secara bersamaan di kartu grafis (GPU).  Tutorial ini memakai 4.096 robot virtual sekaligus.  Jika dijalankan di 16 GPU, kecepatan latihan bisa mencapai 1,25 juta langkah per detik pada medan kasar.

Microduck Menutup Selisih Dunia Maya dan Dunia Nyata

Robot yang pandai di simulasi belum tentu pandai di dunia nyata.  Motor asli punya gesekan, jeda respons, dan kelonggaran roda gigi (backlash), yaitu gerakan kecil sebelum gigi benar-benar mengunci.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim mengacak banyak kondisi selama latihan, misalnya bobot robot, gesekan lantai, tegangan baterai, dan keterlambatan perintah.  Robot juga didorong dan dilatih di permukaan tidak rata.   Dengan begitu, robot terbiasa menghadapi kondisi yang tidak selalu sempurna.

Dari Simulasi ke Robot Asli

Setelah lulus uji di simulasi, hasil latihan diekspor ke format ONNX, lalu dikirim ke robot lewat jaringan.  Saat dimuat, robot sebaiknya ditopang di dudukannya agar aman.  Dalam video demo, robot mampu bangkit dan berjalan lagi setelah dijatuhkan.

Hasil latihan juga bisa diunggah ke Hugging Face dan diadu di Microduck Arena.  Arena menerima model dengan 61 nilai masukan, 14 nilai keluaran, dan ukuran maksimal 64 MiB.

Berlisensi Open Source, tetapi Ada Syaratnya

Menurut The New Stack, kode perangkat lunaknya berlisensi Apache 2.0, sedangkan berkas desain perangkat kerasnya berlisensi nonkomersial.  Untuk melatih robot, pengguna memerlukan komputer Linux dengan GPU NVIDIA.  Bagi yang belum punya robot, tersedia simulator gratis di Hugging Face untuk mencoba lebih dulu.

Microduck menunjukkan bahwa belajar kecerdasan buatan untuk robot tidak lagi harus menunggu laboratorium mahal. Dengan simulator, GPU, dan sedikit kesabaran, siapa pun bisa mulai mengajari robot berjalan.


Youtube:  DPCcars, 21 Oct 2026 15:46. Jensen Huang's Tiny Microduck Robots Steal the Show at NVIDIA GTC 2026.