Notification

×

Akun Bocor? Begini Cara Mengecek dan Mengamankannya

Redaksi - iTNews.Id 05/11/2026 | 5:56:00 AM WIB Last Updated 2026-11-04T23:48:25Z
    Bagikan
Akun Bocor,Have I Been Pwned (HIBP),Keamanan,Komdigi,Password Checkup,perlindungan data pribadi,Privasi,Pwned Passwords

Memeriksa apakah akun Anda pernah bocor kini bisa dilakukan gratis dalam hitungan menit, dan langkah itu makin relevan setelah data lama kembali beredar di Indonesia.  Awal Oktober 2026, klaim kebocoran data Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjadi viral. 

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebut data itu bukan hasil insiden baru, melainkan kumpulan informasi terbuka dan kebocoran terdahulu yang dikemas ulang.

Meski begitu, BSSN tidak menganggapnya sepele. Data yang pernah bocor tetap dapat disalahgunakan ketika diperjualbelikan kembali. Karena itu, mengetahui status akun sendiri menjadi langkah pertama yang masuk akal.

Kasus data lama yang beredar lagi

Dugaan kebocoran tersebut pertama kali diungkap sebuah akun Instagram pada 2 Oktober 2026.  Data yang diklaim meliputi KTP, data keluarga, hingga kata sandi sejumlah akun platform. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkoordinasi dengan Polri dan BSSN untuk menelusuri dugaan jual beli data ilegal tersebut.

Komdigi dan BSSN juga meminta masyarakat tidak menyebarkan ulang tangkapan layar atau potongan data pribadi siapa pun.  Penyebaran data pribadi tanpa dasar yang sah dapat berhadapan dengan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Cek alamat email lewat Have I Been Pwned

Layanan yang paling banyak dipakai adalah Have I Been Pwned (HIBP) di haveibeenpwned.com. Situs ini dikelola peneliti keamanan siber Troy Hunt dan menghimpun data dari berbagai insiden peretasan.

Caranya;buka situs resminya, masukkan alamat email, lalu lihat apakah email tersebut muncul dalam daftar kebocoran.  Jika ya, HIBP menampilkan layanan atau situs yang terdampak.  Hasil ini hanya menunjukkan bahwa email pernah tercatat dalam kebocoran, bukan berarti akun Anda sedang diretas saat ini.

HIBP juga menyediakan pengecekan kata sandi lewat fitur Pwned Passwords. Kata sandi tidak dikirim utuh.  Perangkat Anda lebih dulu mengubahnya menjadi hash, lalu hanya lima karakter pertama hash tersebut yang dikirim ke layanan. Pencocokan akhir berlangsung di perangkat Anda.

Pengguna yang lebih nyaman dengan layanan lokal bisa mencoba PeriksaData.com, situs buatan komunitas ethical hacker Indonesia yang memanfaatkan basis data HIBP.

Fitur "dark web report" Google sudah tidak ada

Sejumlah panduan lama masih menyarankan pengecekan lewat fitur dark web report di akun Google.  Fitur itu sudah dihentikan.  Google berhenti memindai kebocoran baru pada 15 Januari 2026 dan menutup layanan sepenuhnya pada 16 Februari 2026.

Sebagai gantinya, Google mengarahkan pengguna ke:

Password Checkup, yang bisa dibuka di passwords.google.com, menandai kata sandi tersimpan yang bocor dalam insiden pihak ketiga, dipakai ulang di banyak situs, atau terlalu lemah.  Perlu dicatat, alat-alat ini tidak memindai dark web secara aktif.

Langkah Pengamanan Jika Akun Terindikasi Bocor

Jika akun Anda muncul dalam daftar kebocoran, lakukan langkah berikut secara berurutan.

  • Ganti kata sandi layanan yang terdampak. Lanjutkan dengan semua akun lain yang memakai kata sandi sama.
  • Gunakan kata sandi unik di setiap akun. Pengelola kata sandi (password manager) membantu membuat dan menyimpannya.
  • Aktifkan verifikasi dua langkah. Jika tersedia, pakai juga passkey untuk masuk ke akun.
  • Pantau aktivitas mencurigakan. Waspadai notifikasi login dari perangkat asing, email reset kata sandi yang tidak Anda minta, dan transaksi yang tidak dikenali.
  • Hubungi bank atau penyedia dompet digital bila data kartu atau akun keuangan ikut terdampak.


Waspada Penipuan Setelah Data Bocor

Data lama yang beredar kembali sering menjadi bahan penipuan, misalnya telepon atau pesan yang menyebut nama dan data diri Anda agar terlihat meyakinkan.  Jangan memberikan kode OTP atau kata sandi kepada siapa pun, apa pun alasannya.

Pastikan pula Anda mengetik sendiri alamat situs pengecekan, bukan mengklik tautan dari pesan yang tidak dikenal.

Lembaga seperti BSSN dan Komdigi menekankan bahwa perlindungan data adalah tanggung jawab bersama, dari pemerintah, pengelola sistem, platform digital, hingga pengguna. Pengecekan rutin dan kebiasaan kata sandi yang baik adalah bagian yang bisa Anda kerjakan sendiri.