Notification

×

Google Tawarkan Pesangon Sukarela di 5 Negara

Redaksi - iTNews.Id 05/11/2026 | 5:46:00 PM WIB Last Updated 2026-11-05T10:51:48Z
    Bagikan

Google memperluas program pensiun dini sukarela ke luar Amerika Serikat dan Inggris.  Menurut laporan eksklusif Reuters pada Rabu (4/11/2026), perusahaan induk Alphabet itu menawarkan paket keluar sukarela kepada sebagian karyawan di Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, dan Swiss sejak Juni lalu.

Langkah ini diambil saat Google berupaya menahan kenaikan biaya di tengah belanja besar untuk kecerdasan buatan (AI).  Google membenarkan hal tersebut kepada Reuters.  Seorang juru bicara menyebut sejumlah tim telah memperkenalkan program serupa pada 2025. “Musim panas lalu, pada Juni, kami memperluas program ini secara global di beberapa negara,” ujarnya.

Program yang Sudah Berjalan Sejak 2025

Perluasan ini melanjutkan program yang lebih dulu berjalan di sejumlah divisi di AS dan Inggris. Di AS, program itu pertama kali diumumkan untuk divisi Platforms & Devices (Android, Chrome, Pixel) pada awal 2025.

Pada Juni 2025, Google menambah tim yang ditawari, antara lain Core, Marketing, Research, dan Communications.  Sebutan “pensiun dini” di sini perlu dipahami dengan tepat.

Google menyebutnya voluntary exit program, yaitu tawaran pesangon bagi karyawan yang memilih berhenti. Karyawan boleh menolak dan tetap bekerja. Para eksekutif Google menggambarkannya sebagai pilihan bagi pegawai yang tidak lagi sejalan dengan ritme atau arah perusahaan.

Detail Terungkap Baru dari Swiss

Reuters hanya memperoleh rincian untuk Swiss, tempat Google mempekerjakan sekitar 5.000 orang dengan pusat rekayasa besar di Zurich.  Tiga sumber yang mengetahui hal ini menyebut program tersebut mencakup beberapa divisi, kecuali DeepMind.

Menurut laporan itu, paket diumumkan pada pertengahan Juni dan pelamar menerima jawaban pada pertengahan Juli.  Karyawan mulai keluar pada Agustus.  Pesangon yang diterima setara satu bulan gaji untuk setiap tahun masa kerja, dengan batas maksimal 12 bulan.

Seorang sumber menyebut sedikitnya empat orang dari satu tim berisi sekitar 50 karyawan menerima tawaran itu.  Untuk Kanada, Prancis, Jerman, dan Jepang, laporan tersebut tidak memuat rincian divisi, besaran pesangon, maupun jumlah peminat.

Cloud dan DeepMind Biasanya Dikecualikan

Pada penawaran sebelumnya, karyawan Google Cloud dan unit AI DeepMind tidak dilibatkan.  Reuters menilai perluasan terbaru tampak mengikuti pola yang sama.  Hal ini selaras dengan penekanan CFO Anat Ashkenazi dalam presentasi kinerja keuangan, bahwa AI dan komputasi awan adalah prioritas perekrutan.

Reuters juga mencatat, dalam setidaknya satu kasus, Google menyusul tawaran sukarela dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di divisi yang sama. Divisi tersebut tidak disebutkan. Jumlah pegawai Alphabet sebenarnya tumbuh dalam beberapa kuartal terakhir, tetapi perusahaan sedang memindahkan sumber daya ke bidang prioritas.

Konteks: Biaya AI dan Tren Industri

Lonjakan belanja AI disebut membuat pelaku pasar gelisah dan menekan harga saham Alphabet.  Google bukan satu-satunya raksasa teknologi yang menempuh jalur ini.  Sepekan sebelumnya, Microsoft menawarkan buyout sukarela kepada sekitar 60.000 karyawan untuk menekan biaya.
Di Swiss, langkah ini mengingatkan pada 2023, ketika Google memberhentikan lebih dari 200 karyawan di negara itu dan memicu protes serta aksi mogok keluar dari staf.

Google tidak mengungkap jumlah karyawan yang menerima tawaran terbaru.  Reuters juga menyatakan tidak dapat memastikan angka tersebut.  Hingga kini belum ada informasi apakah program akan diperluas ke negara lain, termasuk di Asia Tenggara. 


Sumber: