Inggris tengah mempersiapkan strategi darurat untuk menghadapi
kemungkinan terjadinya
Black Sky, yakni kondisi ketika pemadaman listrik berskala besar melumpuhkan
berbagai layanan penting secara bersamaan.
Skenario ini menjadi perhatian karena gangguan pasokan listrik dapat
merambat ke jaringan komunikasi, distribusi air, transportasi, hingga
layanan kesehatan.
Rencana tersebut dirancang untuk memastikan pemerintah dan berbagai
lembaga terkait tetap dapat menjalankan fungsi penting ketika
infrastruktur energi mengalami gangguan serius.
Ancaman yang diperhitungkan tidak hanya berasal dari kerusakan jaringan
listrik, tetapi juga serangan siber yang berpotensi mengganggu sistem
pengendalian infrastruktur nasional.
Langkah ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi krisis energi
tidak lagi cukup dilakukan dengan memperbaiki jaringan listrik.
Pemerintah juga perlu memastikan bahwa layanan masyarakat tetap berjalan
ketika sistem digital dan infrastruktur pendukung mengalami gangguan
bersamaan.
Skenario Black Sky bisa melumpuhkan layanan penting
Istilah Black Sky merujuk pada keadaan darurat ketika jaringan listrik
mengalami kegagalan besar sehingga sejumlah infrastruktur yang saling
bergantung ikut berhenti beroperasi. Dampaknya dapat meluas
meliputi:
- Pasokan air bersih
- Sistem pengolahan limbah
- Jaringan telepon
- Internet
- Transportasi
- Transaksi keuangan
Gambaran nyata mengenai risiko tersebut pernah terjadi di Lancaster,
Inggris, pada 5 Desember 2015. Banjir Sungai Lune menyebabkan
pasokan listrik terputus dan berdampak terhadap sekitar 61.500
penduduk.
Gangguan tersebut tidak hanya membuat rumah-rumah kehilangan penerangan
dan pemanas. Sejumlah pompa air berhenti bekerja, stasiun kereta dan SPBU
tutup, sementara mesin ATM serta lampu lalu lintas tidak dapat
digunakan.
Peristiwa Lancaster menjadi bahan evaluasi bagi para ahli keselamatan
infrastruktur. Profesor Roger Kemp dari Lancaster University turut
mengkaji kejadian tersebut dan menyoroti pentingnya mempertahankan sistem
komunikasi yang tetap berfungsi ketika jaringan digital tidak
tersedia.
Menariknya, dua sarana komunikasi yang masih dapat diandalkan dalam
kejadian itu adalah telepon rumah berbasis kabel tembaga dan siaran radio
FM. Keduanya menunjukkan bahwa teknologi yang relatif sederhana
masih memiliki peran penting dalam menghadapi gangguan infrastruktur
modern.
BBC siapkan studio radio darurat tanpa internet
Salah satu bagian penting dalam persiapan Inggris adalah rencana siaran
darurat BBC. Lembaga penyiaran publik tersebut menyiapkan studio
radio khusus yang diperkirakan akan dioperasikan sekitar 100 staf ketika
terjadi keadaan darurat berskala nasional.
Studio tersebut dirancang agar tetap dapat bekerja tanpa bergantung pada
koneksi internet. BBC juga menyiapkan jalur komunikasi khusus serta
persediaan bahan bakar, air, dan makanan agar operasional dapat
berlangsung setidaknya selama tiga hari tanpa pasokan tambahan.
Siaran darurat nantinya akan memuat informasi pemerintah yang telah
dipersiapkan sebelumnya. Materinya mencakup petunjuk praktis untuk
masyarakat, termasuk kebutuhan konsumsi air harian dan cara mengelola
limbah toilet ketika sistem penyediaan air tidak berfungsi.
Untuk menjangkau masyarakat, BBC akan memanfaatkan jaringan pemancar
radio yang memiliki sumber energi cadangan.
Menurut laporan BBC, sejumlah menara pemancar dilengkapi tangki diesel dengan kapasitas
sekitar 5 hingga 40.000 liter untuk mengoperasikan generator selama kurang
lebih tiga hari.
Radio FM dipertahankan karena tidak membutuhkan koneksi internet untuk
menerima siaran. Selama pemancar dan perangkat penerima masih
mendapatkan daya, masyarakat tetap dapat memperoleh informasi meskipun
jaringan komunikasi digital mengalami gangguan.
Perkiraan awal persiapan darurat disebut mencakup kebutuhan lima hingga
tujuh hari. Namun, berdasarkan informasi dari operator sistem energi
nasional Inggris, National Energy System Operator (NESO), pemulihan
pasokan listrik kemungkinan dapat berlangsung dalam dua hingga tiga
hari.
Inggris kembangkan jaringan komunikasi alternatif
Selain mengandalkan radio, pemerintah Inggris juga mengembangkan
teknologi komunikasi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap
infrastruktur di permukaan tanah.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah
High Altitude Pseudo-Satellites (HAPS). Teknologi ini
menggunakan pesawat atau platform yang dapat terbang di ketinggian tinggi
dan bertahan di udara dalam waktu lama untuk menyediakan konektivitas
komunikasi.
Pemerintah Inggris mengalokasikan dana sekitar 70 juta pound sterling
untuk pengembangan teknologi tersebut. Sistem HAPS ditargetkan mampu
menyediakan layanan telepon seluler dan internet darurat setidaknya selama
satu minggu ketika jaringan komunikasi di darat mengalami gangguan.
Teknologi ini berpotensi menjadi lapisan cadangan ketika menara seluler
dan infrastruktur komunikasi konvensional tidak dapat digunakan.
Namun, HAPS bukan pengganti langsung seluruh jaringan telekomunikasi
karena tetap memiliki keterbatasan teknis dan operasional.
Rico Chandra, direktur program Enduring Atmospheric Platforms, menyoroti
bahwa satelit juga memiliki keterbatasan ketika jaringan komunikasi di
darat mengalami kegagalan. Karena itu, pengembangan sistem
komunikasi alternatif perlu mempertimbangkan berbagai teknologi secara
bersamaan.
Infrastruktur lama justru menjadi perhatian baru
Di tengah pengembangan teknologi komunikasi modern, muncul persoalan lain
yang menjadi perhatian para ahli. Inggris sedang menjalankan
transisi dari jaringan telepon rumah analog berbasis kabel tembaga menuju
layanan telepon digital.
Berdasarkan jadwal resmi pemerintah dan Openreach, jaringan
Public Switched Telephone Network (PSTN) akan dihentikan pada 31
Januari 2027. Setelah migrasi, layanan telepon rumah akan
menggunakan teknologi digital yang umumnya bergantung pada koneksi
internet dan pasokan listrik di rumah pengguna.
Perubahan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan komunikasi
ketika terjadi pemadaman listrik besar. Jaringan telepon analog lama
memiliki keunggulan karena sebagian perangkat dapat beroperasi tanpa
pasokan listrik langsung dari rumah.
Sementara itu, pemerintah Inggris juga sedang meninjau masa depan radio
FM. Kajian yang dimulai pada Februari 2026 tersebut mempertimbangkan
perubahan kebiasaan pendengar dan kemungkinan peralihan layanan analog ke
digital pada dekade 2030-an.
Situasi ini menghadirkan tantangan tersendiri. Radio FM justru
menjadi salah satu media yang diandalkan dalam skenario darurat, tetapi
masa depan distribusinya masih menjadi bahan pembahasan pemerintah dan
industri penyiaran.
Pengalaman pemadaman di Eropa mendorong kesiapsiagaan
Perhatian terhadap skenario Black Sky meningkat setelah pemadaman listrik
besar melanda Spanyol, Portugal, dan sebagian wilayah Prancis barat daya
pada April 2025. Kejadian tersebut memperlihatkan bagaimana gangguan
pada sistem kelistrikan dapat memengaruhi berbagai layanan yang digunakan
masyarakat sehari-hari.
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa tidak ada ancaman khusus terhadap
jaringan listrik nasional. Persiapan yang dilakukan merupakan bagian
dari upaya menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat, termasuk cuaca
ekstrem, gangguan infrastruktur, dan serangan siber.
Melalui program kesiapsiagaan publik, pemerintah juga mengimbau
masyarakat untuk memiliki persediaan dasar di rumah. Perlengkapan
yang disarankan antara lain air minum kemasan, makanan tahan lama, senter
dengan baterai cadangan, serta radio bertenaga baterai atau radio
engkol.
Pemerintah turut mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung
pada ponsel dan internet untuk memperoleh informasi. Ketika jaringan
komunikasi terganggu, radio yang dapat beroperasi secara mandiri masih
bisa menjadi sumber informasi penting.
Kesiapan komunikasi menjadi kunci menghadapi Black Sky
Rencana Inggris menghadapi Black Sky memperlihatkan bahwa ketahanan
infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memulihkan pasokan
listrik. Sistem komunikasi, penyebaran informasi, dan kesiapan
masyarakat juga memiliki peran besar dalam mengurangi dampak krisis.
Pengembangan HAPS, studio radio darurat, serta jaringan pemancar dengan
generator cadangan menjadi bagian dari pendekatan berlapis untuk menjaga
komunikasi tetap berjalan. Namun, efektivitasnya tetap bergantung
pada kesiapan operasional dan kemampuan berbagai lembaga berkoordinasi
ketika keadaan darurat terjadi.
Bagi masyarakat, langkah paling realistis adalah menyiapkan perlengkapan
darurat dan memastikan tersedia sarana komunikasi alternatif.
Persiapan tersebut penting karena dalam pemadaman berskala besar, akses
terhadap informasi dapat sama pentingnya dengan ketersediaan listrik itu
sendiri.
Sumber:
- BBC News, 7 November 2026: What happens if all the lights go out? This is the plan for a 'Black Sky' event.
- NESO, Electricity System Restoration Standard.
- Beinsure, UK launches 'Be Ready' campaign.
- Latin Times, What Britain's 'Be Ready' Campaign Means for Your Household.
