Mengapa Raksasa Teknologi Terus Pangkas Karyawan?

Notification

×

Mengapa Raksasa Teknologi Terus Pangkas Karyawan?

01/02/2026 | 1:51:00 PM WIB Last Updated 2026-02-01T07:00:52Z
Gelombang PHK,peristiwa layoff 2024-2025,PHK teknologi, layoff startup, timeline PHK 2025, Intel layoff, Workday PHK, industri teknologi

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus mengguncang sektor teknologi sejak 2024 dan berlanjut besar di tahun 2025–2026, meskipun beberapa perusahaan masih mencatat kinerja finansial kuat. 

Mengutip laporan terbaru dari Computerworld, tren ini sebagian besar dipicu oleh dorongan transformasi digital — terutama adopsi Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi, serta tekanan ekonomi seperti inflasi dan biaya operasional yang meningkat.

Berikut adalah timeline lengkap peristiwa layoff atau PHK di sektor teknologi yang terjadi sepanjang tahun 2024 hingga awal 2026:

Januari 2026:

  • 23 JanAmazon mengumumkan pengurangan 16.000 pekerjaan, terutama di unit AWS dan talenta teknologi.
  • 15 JanEricsson berencana mengurangi sekitar 1.600 karyawan di Swedia untuk menekan biaya.
  • 13 JanMeta mengumumkan pemangkasan ~10% tenaga kerja di divisi Reality Labs.
  • 8 Jan – Beberapa perusahaan teknologi kecil seperti Kaseya dan Multiverse juga melakukan pemotongan karyawan.

Februari 2025: Workday Fokus pada AI

Workday mengumumkan PHK terhadap 1.750 karyawan (sekitar 8,5% dari total staf).  Langkah ini diambil untuk meningkatkan investasi di bidang AI dan pertumbuhan internasional, meskipun beberapa analis mengkhawatirkan dampaknya terhadap layanan pelanggan.

November 2024: AMD dan Freshworks Lakukan Efisiensi

AMD memangkas sekitar 1.000 karyawan (4% dari tenaga kerja) seiring peralihan fokus perusahaan untuk mengembangkan chip khusus AI.

Meskipun Freshworks melaporkan kenaikan pendapatan, vendor software ini tetap melakukan PHK terhadap 660 staf (13% dari headcount) sebagai bagian dari penataan ulang tenaga kerja global.

September 2024: Cisco Kembali Pangkas Ribuan Staf

Cisco melakukan gelombang PHK kedua di tahun 2024 dengan memangkas 6.000 karyawan (7% dari total staf).  Fokus utama pengurangan ini berdampak pada divisi keamanan seperti unit Talos Security.

Agustus 2024: Intel dan General Motors

General Motors (GM) merumahkan lebih dari 1.000 staf perangkat lunak  dalam rangka menyederhanakan hierarki dan memprioritaskan proyek digital utama.

Intel mengumumkan salah satu PHK terbesar dalam sejarah perusahaan dengan memangkas 15.000 posisi (15% dari tenaga kerja).  

Langkah drastis ini diambil setelah laporan keuangan kuartal kedua yang mengecewakan, di mana CEO Pat Gelsinger menekankan perlunya efisiensi biaya karena pendapatan yang tidak tumbuh sesuai harapan.

Mengapa Badai PHK Masih Terjadi?

Tren layoff di tahun 2024 dan 2025 menunjukkan pola yang jelas, yaitu perusahaan beralih dari model pertumbuhan eksplosif era pandemi menuju efisiensi yang didorong oleh teknologi AI.

Banyak perusahaan mengalokasikan ulang anggaran mereka dari tenaga kerja manusia ke infrastruktur digital dan pengembangan Large Language Model (LLM).

Bagi para profesional di bidang IT, memahami tren ini sangat penting untuk melihat ke mana arah industri bergerak dan keterampilan apa yang paling dicari di masa depan, terutama di bidang otomatisasi dan kecerdasan buatan.