Google Lumpuhkan Jaringan "Proxy" Tersembunyi yang Membajak Jutaan Ponsel Android

Notification

×

Google Lumpuhkan Jaringan "Proxy" Tersembunyi yang Membajak Jutaan Ponsel Android

02/02/2026 | 7:26:00 PM WIB Last Updated 2026-02-02T13:16:36Z
Google,Android,Google Play Protect,residential proxy,Internet,Keamanan

Melansir laporan terbaru dari Android Central, Google baru-baru ini dikabarkan telah berhasil melumpuhkan sebuah jaringan internet "tak kasat mata" yang secara ilegal membajak koneksi internet jutaan ponsel pengguna. 

Menurut sumber tersebut, Google baru saja mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan sebuah infrastruktur siber berskala besar milik perusahaan asal Tiongkok bernama IPIDEA.

Jaringan ini diketahui telah menyusup ke jutaan perangkat konsumen, termasuk ponsel Android, PC, dan perangkat pintar lainnya, untuk dijadikan sebagai "tentara proxy" tanpa sepengetahuan pemiliknya. 

Melalui perintah pengadilan federal, Google berhasil menyita puluhan domain dan memutus infrastruktur teknis yang selama ini digunakan Ipidea untuk mengoperasikan layanan ilegal tersebut.

Operasi yang dijalankan Ipidea dikenal dalam dunia keamanan siber sebagai jaringan residential proxy.  Modusnya adalah dengan menyisipkan perangkat lunak berbahaya atau SDK ke dalam ratusan aplikasi yang tampak normal.

Begitu aplikasi tersebut terpasang, perangkat pengguna akan secara otomatis menjadi "titik keluar" bagi lalu lintas internet orang lain.  Akibatnya, kuota data dan koneksi internet pengguna digunakan secara diam-diam untuk aktivitas anonim oleh penyewa jasa tersebut, yang sering kali merupakan pelaku kejahatan siber untuk menyembunyikan jejak serangan mereka.

Dampak dari tindakan Google ini sangat signifikan, di mana diperkirakan lebih dari sembilan juta perangkat Android telah berhasil dibebaskan dari jaringan parasit ini.  Selain memblokir domain terkait, Google juga telah menghapus ratusan aplikasi berbahaya dari toko aplikasi mereka dan memperbarui sistem keamanan Google Play Protect untuk mendeteksi ancaman serupa.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Google dalam memerangi penyalahgunaan perangkat keras konsumen yang dijadikan alat senjata siber oleh pihak tidak bertanggung jawab.  Bagi para pengguna, kasus ini menjadi pengingat penting akan bahaya aplikasi yang tidak terverifikasi. 

Selain mencuri bandwidth, jaringan semacam ini sangat berisiko karena dapat membuat alamat IP pribadi pengguna terlihat melakukan aktivitas ilegal di internet. 

Google terus bekerja sama dengan mitra keamanan lain seperti Cloudflare dan otoritas hukum untuk memastikan sisa-sisa jaringan ini tidak dapat bangkit kembali dan mengancam privasi digital masyarakat luas.

Youtube:  iTNews Indonesia (@itnews-indonesia), 02 Feb 2026 20:08. Google Lumpuhkan Jaringan "Proxy" Tersembunyi yang Membajak Jutaan Ponsel Android.