IBM dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) resmi meluncurkan MIT-IBM Computing Research Lab, sebuah laboratorium riset bersama yang memperluas kolaborasi jangka panjang keduanya ke ranah komputasi kuantum, kecerdasan buatan (AI), dan riset algoritma.
Lab baru ini menggantikan MIT-IBM Watson AI Lab yang didirikan pada 2017, dengan fokus pada sistem komputasi hybrid yang menggabungkan komputer klasik, model AI, dan perangkat keras kuantum — termasuk model AI skala kecil untuk perusahaan serta algoritma kuantum baru di bidang kimia, biologi, dan ilmu material.
Warisan Satu Dekade Kolaborasi Riset
Sejak 2017, lab pendahulunya telah mendanai lebih dari 210 proyek riset yang melibatkan lebih dari 150 anggota fakultas MIT dan 200 peneliti IBM, menghasilkan lebih dari 1.500 makalah ilmiah yang telah ditinjau rekan sejawat, serta mendukung lebih dari 500 mahasiswa dan peneliti pascadoktoral.
Pencapaian luar biasa ini menjadi fondasi kuat bagi lab generasi berikutnya yang dirancang menjawab tantangan komputasi masa depan.
Visi Lab: Mendefinisikan Ulang Fondasi Komputasi
Jay Gambetta, Direktur IBM Research sekaligus Ketua IBM di MIT-IBM Computing Research Lab, menyatakan bahwa lab ini diharapkan menjadi salah satu pusat akademik dan industri terkemuka di dunia dalam mempercepat masa depan komputasi — mempertemukan pikiran-pikiran terbaik dari MIT dan IBM untuk merancang ulang cara model, algoritma, dan sistem dibangun di era yang akan ditentukan oleh sinergi AI dan komputasi kuantum.
Anantha Chandrakasan, Provost MIT, menambahkan bahwa kolaborasi selama satu dekade ini telah menghasilkan riset dan inovasi terdepan, sekaligus memberikan mentorship dan mendukung pertumbuhan profesional para peneliti di MIT maupun IBM.
Lab baru ini akan beroperasi di tiga bidang utama:
1. Kecerdasan Buatan (AI).
Riset mencakup peningkatan kemampuan AI dan integrasinya dengan komputasi tradisional, pengembangan arsitektur model bahasa yang kecil yang efisien, paradigma komputasi AI baru, serta sistem AI berbasis kebutuhan perusahaan yang mengutamakan keandalan, transparansi, dan kepercayaan.
2. Algoritma
Lab akan menyelidiki fondasi matematis dan algoritmik dari machine learning, optimasi, simulasi Hamiltonian, dan persamaan diferensial parsial.
Inovasi dari lab ini berpotensi membawa dampak luas bagi berbagai industri global — mulai dari prediksi cuaca dan turbulensi udara yang lebih akurat, prakiraan pasar keuangan yang lebih baik, pengurangan risiko di sektor keuangan, prediksi struktur protein untuk pengobatan yang lebih terarah, hingga optimasi rantai pasokan global.
3. Komputasi Kuantum
Lab ini akan memanfaatkan kepemimpinan dan keahlian IBM dalam komputasi kuantum. Sebagai bagian dari peta jalannya yang ambisius, IBM telah menetapkan target untuk menghadirkan komputer kuantum fault-tolerant pertama di dunia pada 2029, dan terus bekerja lintas industri untuk mendorong nilai dari superkomputer berbasis kuantum.
Struktur Kepemimpinan Lab Riset AI & Komputasi Kuantum MIT dan IBM
Lab ini akan terus disutradarai bersama oleh Aude Oliva dari MIT CSAIL dan David Cox dari IBM Research. Masing-masing dari tiga fokus area dipimpin secara bersama: Jacob Andreas dan Kenney Ng untuk AI; Vinod Vaikuntanathan dan Vasileios Kalantzis untuk algoritma; serta Aram Harrow dan Hanhee Paik untuk komputasi kuantum.
Mencetak Ilmuwan Komputasi Masa Depan
MIT-IBM Computing Research Lab juga akan menjadi fondasi untuk melatih generasi berikutnya para ilmuwan komputasi dan inovator, dengan melibatkan fakultas dan mahasiswa lintas departemen MIT serta membuka pendekatan komputasi baru untuk mempercepat penemuan di bidang ilmu fisika dan kehidupan.
Dengan menggabungkan ketegasan akademis dan skala industri, lab ini bertujuan mendefinisikan fondasi komputasi yang akan menggerakkan generasi berikutnya dari terobosan AI, kuantum, dan sains secara luas.
Sumber: The Quantum Insider
