Pengembangan AI buatan lokal di Indonesia makin konkret. TelkomGroup, lewat anak usahanya NeutraDC, menyiapkan pusat data khusus kecerdasan artifisial (AI) dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW).
Telkomsel memamerkan sembilan layanan AI yang dikembangkan di dalam negeri pada Bali Tech Week 2026, 19–23 Oktober. Di luar TelkomGroup, Indosat Ooredoo Hutchison bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA juga menyiapkan AI factory berkapasitas hingga 1 GW di Batang, Jawa Tengah. Rencana-rencana ini sama-sama berupaya menempatkan daya komputasi, model, dan aplikasi AI di dalam negeri.
Telkom Siapkan Pusat Data AI hingga 1 GW
Rencana NeutraDC dibahas dalam lokakarya strategis pusat data AI dan kelistrikan yang digelar Danantara Indonesia di Jakarta pada September 2026. Kapasitas hingga 1 GW itu akan dibangun di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado.
Disamping itu, Telkom juga menyiapkan 26 edge data center, yaitu pusat data berukuran lebih kecil yang lebih dekat ke pengguna, di 21 kota.
Direktur Utama NeutraDC Rakhmad Tunggal Afifuddin memaparkan pengembangan bertahap menuju 1 GW dengan strategi tiga wilayah (3-region strategy) agar kapasitas komputasi AI tidak menumpuk di satu daerah.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebut pusat data Telkom sebagai fondasi ekosistem sovereign AI, yaitu AI yang infrastruktur, data, dan pengelolaannya dikuasai di dalam negeri.
Target ini jauh di atas kapasitas yang sudah berjalan. Per kuartal III 2026, NeutraDC mengoperasikan 48,4 megawatt (MW) di Indonesia dan Asia Tenggara. Artinya, 1 GW setara lebih dari 20 kali kapasitas saat ini.
Telkom mengakui ekspansi tersebut bergantung pada pasokan listrik dan sistem pendinginan yang memadai. Dalam sumber yang tersedia, Telkom belum merinci target waktu maupun nilai investasinya.
Dari AdyaCakra hingga AI ModelHub
Selain pusat data, Telkom mengusung AdyaCakra, sovereign digital stack yang mencakup cloud, AI, dan keamanan siber berdaulat. Untuk AI, inisiatif ini memuat AI Hub dan Agentic AI BigBox. Telkom menyatakan AdyaCakra didukung delapan mitra teknologi global dan pada tahap awal ditujukan bagi pemerintah, BUMN, dan korporasi.
Telkom juga berencana mengembangkan large language model (LLM) sendiri yang mampu menangkap karakter lokal Indonesia. Perusahaan menyiapkan peta jalan AI hingga 2028, dengan target akhir mewujudkan sovereign AI Indonesia.
Terbaru, pada Danantara Indonesia Technology and Innovation Forum, 27 Oktober 2026, TelkomGroup meluncurkan inisiatif Sovereign Digital Technology. Inisiatif ini terdiri atas empat kapabilitas:
- AI Ready Data Center
- AI ModelHub untuk mengakses dan mengelola model AI
- National IoT Platform
- PaDiSera untuk memperluas akses pasar UMKM.
Telkomsel Tampilkan Sembilan Layanan AI Lokal
Di sisi layanan, Telkomsel menampilkan sembilan produk berbasis AI di bawah payung Hitakari AI. Untuk pengguna umum, ada Adelia, mesin pencari sekaligus asisten digital, dan SISCAMLING yang memakai AI untuk menandai pesan penipuan, spam, dan komunikasi mencurigakan.
Untuk korporasi, Telkomsel memperkenalkan OCTA Enterprise sebagai pusat pengelolaan berbagai kemampuan AI. Ada pula AUREL, asisten percakapan yang merangkum kondisi bisnis dan menelusuri basis pengetahuan internal perusahaan.
Layanan lainnya adalah OCTA, AI Video Analytics untuk mendeteksi objek dari rekaman video, platform belajar matematika Sacred Octagon, konsep rumah pintar IndiHome Aura, dan AURA untuk analitik gerai ritel.
"Kami ingin menghadirkan AI yang dikembangkan di Indonesia dan memahami kebutuhan Indonesia," kata Direktur Utama Telkomsel Nugroho. Telkomsel menyebut ajang tersebut juga dipakai untuk menghimpun masukan dari calon pengguna dan mitra. Ketersediaan tiap layanan bagi pelanggan umum belum dirinci.
Indosat Garap AI Factory 1 GW di Batang
Proyek AI factory 1 GW yang disambut pemerintah pada Agustus lalu dijalankan Indosat, bukan Telkom. Indosat meluncurkan perusahaan patungan Zankore by Indosat bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA pada 6 Agustus 2026.
AI factory adalah fasilitas yang menyatukan pusat data, GPU berkinerja tinggi, jaringan, dan sistem pengelolaan beban kerja untuk melatih serta menjalankan model AI. Pembangunan tahap pertama di Batang dijadwalkan pada semester I 2027 dengan kapasitas awal sekitar 200 MW. Targetnya, kapasitas mencapai 1 GW dalam tiga tahun.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut fasilitas ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat AI regional. Zankore juga akan menjadi tempat hosting Sahabat-AI, LLM open-source Indonesia dengan 70 miliar parameter yang mendukung bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah. Ooredoo Group disebut menyuntikkan investasi awal sekitar US$800 juta.
Listrik dan Koordinasi Jadi Pekerjaan Rumah
Skala gigawatt membawa tantangan tersendiri. Danantara menekankan bahwa proyeksi kebutuhan AI nasional harus selaras dengan kesiapan pusat data dan pasokan energi. Karena itu, PLN dilibatkan dalam pembahasan rencana NeutraDC.
Seno juga mengakui bahwa tantangan utama pengembangan sovereign AI di Indonesia adalah langkah antarpemangku kepentingan yang belum selaras. Kementerian Komunikasi dan Digital menyoroti pentingnya koordinasi lintas kementerian dan dukungan regulasi.
Dalam waktu dekat, perkembangan yang patut dipantau adalah dimulainya konstruksi Zankore di Batang pada 2027 dan jadwal pembangunan pusat data AI NeutraDC. Bagi pengguna, layanan seperti Adelia dan SISCAMLING akan menunjukkan seberapa jauh AI buatan lokal benar-benar terasa manfaatnya.
