Google Translate Android Kini Bisa Latih Pengucapan via AI

Notification

×

Google Translate Android Kini Bisa Latih Pengucapan via AI

30/04/2026 | 6:43:00 AM WIB Last Updated 2026-05-03T08:10:36Z
Google Translate,Transformasi Digital,Tools,Android,IOS

Bertepatan dengan perayaan hari jadinya yang ke-20, Google Translate kembali menghadirkan inovasi canggih dengan meluncurkan alat latihan pengucapan (pronunciation practice) berbasis AI khusus untuk pengguna Android.

Fitur terbaru ini dirancang untuk memberikan feedback lisan secara langsung kepada pengguna mengenai pelafalan mereka sebelum mencoba melakukan percakapan di dunia nyata.

Pembaruan fitur Google Translate ini baru tersedia bagi para pengguna di Amerika Serikat dan India, dengan dukungan awal untuk bahasa Inggris, Spanyol, dan Hindi.  Kehadiran fitur ini memberikan lapisan interaksi baru pada aplikasi yang telah diandalkan oleh lebih dari satu miliar orang setiap bulannya.

Cara Kerja Latihan Pengucapan di Google Translate 

Fitur latihan pengucapan ini bekerja dengan cara mendengarkan kata atau frasa yang diucapkan oleh pengguna, kemudian sistem AI akan memberikan umpan balik tentang cara menyempurnakan pelafalan tersebut. 

Melansir dari The Verge, tujuan utama Google adalah untuk membantu pengguna membangun rasa percaya diri sebelum berbicara dalam bahasa asing di situasi keseharian.

Meski Google Translate telah lama menyediakan pemutaran audio dan panduan fonetik, aplikasi ini sebelumnya belum memiliki kemampuan untuk mengevaluasi ucapan secara langsung. Fitur baru ini hadir untuk menutupi celah tersebut.

Meski begitu, peluncuran ini masih bersifat terbatas.  Pengguna iOS, pengguna Android di luar AS dan India, serta mereka yang sedang belajar bahasa selain Inggris, Spanyol, atau Hindi masih belum bisa menikmati fitur ini. Google sendiri belum memberikan jadwal pasti kapan fitur ini akan diperluas secara global.

Transformasi Google Translate: Dari Sekadar Alat Terjemahan Menjadi Aplikasi Belajar Bahasa

Latihan pengucapan ini melanjutkan tren fitur berbasis pendidikan yang ditambahkan Google ke dalam Translate selama setahun terakhir.

Pada bulan Agustus lalu, perusahaan juga memperkenalkan mode percakapan langsung dan sesi latihan terstruktur yang secara otomatis beradaptasi dengan tingkat kemahiran pengguna.

Serangkaian pembaruan tersebut memetakan transisi besar Google Translate, yakni dari sekadar utilitas terjemahan pasif menjadi alat pembelajaran bahasa yang interaktif dan aktif.

Kehadiran berbagai latihan praktis langsung saat pengguna hendak berkomunikasi ini diyakini mampu mengubah kebiasaan masyarakat dalam belajar bahasa.  Bagi pengguna, alat ini masih terhalang oleh faktor ketersediaan dan transparansi terkait cara algoritma menghasilkan feedback

Perkembangan fungsi pronunciation practice menjadi bagian inti dari fitur belajar bahasa di Google Translate ke depannya akan sangat bergantung pada seberapa cepat Google berekspansi ke lebih banyak platform, bahasa, dan wilayah.