Pertarungan Chip AI Lokal: ByteDance & Alibaba Incar Otak Kecerdasan Buatan Made in China

Notification

×

Pertarungan Chip AI Lokal: ByteDance & Alibaba Incar Otak Kecerdasan Buatan Made in China

01/01/2026 | 2:13:00 AM WIB Last Updated 2025-12-31T19:31:21Z
Hardware,hardware AI,Chip AI China,ByteDance AI,Alibaba Chip Kecerdasan Buatan,Chip AI Lokal,Teknologi Intelijen Buatan,Startup Teknologi China

Dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), dua nama besar asal Tiongkok, ByteDance dan Alibaba, sedang berlomba memesan chip AI buatan dalam negeri. 

Mengapa mereka begitu bernafsu? Apa pengaruhnya bagi dunia teknologi dan masa depan AI di negara tirai bambu? Yuk, kita kupas satu per satu!

Mengapa Chip AI Lokal Begitu Penting untuk yang Besar Seperti ByteDance & Alibaba?

Ketika mendengar kata AI, sebagian orang mungkin terbayang robot atau aplikasi yang bisa bicara.   Sebenarnya, AI butuh "otak" khusus, yakni chip AI.   Nah, chip inilah yang membuat AI bisa belajar, memproses banyak data, dan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Selama ini, banyak perusahaan di dunia, termasuk di China, lebih memilih chip dari perusahaan Amerika seperti Nvidia.   Namun belakangan ini, karena berbagai kebijakan dan batasan ekspor dari AS, perusahaan Tiongkok mulai melirik chip AI buatan dalam negeri sendiri – seperti Caminics dan Moore Threads.

Apa Alasan ByteDance dan Alibaba Beralih ke Chip AI Tiongkok?

Situasi geopolitik dan perang dagang memang mendorong dua raksasa teknologi ini untuk tak menggantungkan nasibnya pada teknologi luar. Sederhananya, jika dapat chip AI lokal yang mumpuni, maka mereka:

  • Tidak takut kehabisan stok saat ada sanksi atau pembatasan dari luar negeri.
  • Dapat menghemat biaya logistik serta impor chip yang mahal.
  • Lebih leluasa memodifikasi chip sesuai kebutuhan aplikasi masing-masing.

Gambaran Persaingan: ByteDance vs Alibaba

Berdasarkan laporan dari Reuters yang dikutip oleh Yahoo Finance,  ByteDance berencana mengalokasikan sekitar **100 miliar yuan (sekitar US$14 miliar) untuk membeli chip kecerdasan buatan (AI) dari Nvidia pada tahun 2026, meningkat dari sekitar 85 miliar yuan pada tahun sebelumnya, dengan syarat Nvidia mendapatkan izin untuk menjual GPU H200 di China.

Investasi besar ini mencerminkan dorongan ByteDance yang agresif dalam membangun infrastruktur AI untuk mendukung platform seperti TikTok, 

Douyin, layanan cloud, dan model bahasa besar, serta menunjukkan tekanan persaingan teknologi yang terus meningkat di antara raksasa teknologi China.

Dalam konteks persaingan ByteDance vs Alibaba, kedua perusahaan sedang berebut menjadi pemimpin dalam teknologi AI dan layanan komputasi canggih di China.

ByteDance fokus pada ekspansi cepat dan akuisisi infrastruktur (termasuk AI chips) untuk memperkuat kapabilitas model AI dan integrasi dengan layanan konsumennya, sementara Alibaba secara tradisional kuat dalam cloud computing dan aplikasi AI enterprise serta berusaha untuk mempertahankan pangsa pasar melalui investasi teknologi dan layanan cloud berskala besar. 

Persaingan tersebut mencerminkan benturan strategi dimana:

  • ByteDance mengandalkan pertumbuhan eksponensial di layanan konsumen berbasis AI dan investasi chip besar-besaran.
  • Alibaba memperkuat posisi dominannya di cloud dan AI komersial untuk memenangkan pelanggan enterprise dan skala industri.


Seberapa Bagus Chip AI Tiongkok? Bisa Saingi Chip Amerika?

Berdasarkan laporan tentang rencana ByteDance membeli chip AI Nvidia, ini menunjukkan bahwa teknologi chip AI AS (terutama Nvidia) masih sangat dominan dan menjadi pilihan utama perusahaan teknologi besar di China untuk mendukung kecerdasan buatan mereka, setidaknya sampai kini. 

ByteDance berencana mengeluarkan sekitar US$14 miliar untuk membeli chip Nvidia generasi H200 pada 2026, menunggu izin ekspor dari pemerintah AS ke China.  Langkah ini mencerminkan bahwa meski China punya ambisi besar dalam pengembangan chip domestik, chip Nvidia tetap menjadi standar tinggi untuk kemampuan komputasi AI skala besar yang diperlukan untuk pelatihan model-model lanjutan dan layanan AI yang kompleks.

Chip AI dari produsen China seperti Huawei, Cambricon, dan Hygon telah menunjukkan kemajuan dan bisa menyaingi beberapa versi Nvidia yang lebih rendah (misalnya Nvidia H20 yang dulunya dijual di China), tetapi dalam hal kinerja mentah, bandwidth memori, dan ekosistem software pendukung seperti CUDA, mereka masih berada di belakang Nvidia H200—yang unggul dalam pemrosesan dan efisiensi untuk skenario AI berat.

China terus mempercepat R&D dan berharap chip-chip terbaru di garis produksi (misalnya generasi Ascend yang lebih baru) suatu hari bisa menyusul atau mendekati performa chip AS, tetapi saat ini kemampuan bersaing penuh dengan chip Amerika masih terbatas dan membutuhkan waktu lebih banyak lagi.

Dampaknya Bukan Cuma untuk China

Dengan makin majunya chip AI lokal, China bisa menjadi pemain utama teknologi global.  Buat ByteDance dan Alibaba, ini seperti memperkuat pondasi rumah mereka sendiri.  Ke depan, siapa tahu, chip buatan China juga bisa diekspor ke negara lain, termasuk Indonesia.

ByteDance dan Alibaba semakin mandiri dengan Chip AI Lokal, ByteDance dan Alibaba berlomba memesan chip AI dari perusahaan dalam negeri.  Alasan utamanya untuk keamanan stok, efisiensi biaya, dan kebebasan teknologi di tengah pembatasan chip Amerika.  Persaingan ini justru memicu inovasi chip AI Tiongkok.


Sumber:  

Youtube:  iTNews Indonesia, 01 Jan 2026 02:29. Pertarungan Chip AI Lokal: ByteDance & Alibaba Incar Otak Kecerdasan Buatan Made in China.