Prediksi Gartner: Tantangan Besar Adopsi Robot Humanoid dalam Industri Manufaktur dan Supply Chain

Notification

×

Prediksi Gartner: Tantangan Besar Adopsi Robot Humanoid dalam Industri Manufaktur dan Supply Chain

08/02/2026 | 8:11:00 PM WIB Last Updated 2026-02-08T13:13:06Z
Robot humanoid, Gartner, masa depan manufaktur, otomatisasi rantai pasokan, supply chain technology, robot polifungsional, tren robotika 2028,AI Robotika

Di tengah gempita revolusi industri 4.0, sebuah prediksi mengejutkan datang dari lembaga riset teknologi terkemuka, Gartner, Inc.  

Laporan terbaru mereka menyebutkan bahwa kurang dari 20 perusahaan di seluruh dunia yang akan berhasil meningkatkan skala penggunaan robot humanoid ke tahap produksi penuh pada tahun 2028.

Meskipun teknologi robotika terus berkembang, Gartner memperkirakan bahwa sebagian besar implementasi robot humanoid di sektor manufaktur dan rantai pasokan (supply chain) hanya akan berhenti di tahap uji coba atau Proof of Concept (PoC).

Hype vs. Realitas: Mengapa Robot Humanoid Belum Matang?

Robot humanoid—yang dirancang meniru anatomi dan gerakan manusia—memang menarik minat banyak Chief Supply Chain Officers (CSCO).  Tujuannya jelas yaitu mengatasi krisis tenaga kerja dan menekan biaya operasional yang terus meningkat.

Namun, Abdil Tunca, Senior Principal Analyst di Gartner, memberikan peringatan keras. "Janji teknologi humanoid memang memikat, tetapi realitasnya teknologi ini masih belum matang.

Kemampuannya masih jauh dari harapan dalam hal fleksibilitas dan efisiensi biaya," ujarnya.
Riset Gartner menunjukkan bahwa popularitas (hype) robot humanoid saat ini bergerak jauh lebih cepat daripada kesiapan teknisnya untuk digunakan dalam skala besar di lingkungan kerja yang dinamis.

4 Hambatan Utama Penerapan Robot Humanoid

Mengapa adopsi teknologi ini diprediksi lambat? Gartner menyoroti empat kendala utama:

  1. Keterbatasan Teknologi: Robot humanoid saat ini belum memiliki ketangkasan (dexterity) dan kecerdasan adaptif yang cukup untuk menangani tugas rumit, seperti memilah berbagai jenis barang (mixed SKU picking) di gudang yang sibuk.

  2. Biaya Investasi Tinggi: Harga robot humanoid bisa berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan robot industri biasa. Dengan Return on Investment (ROI) yang belum jelas, ini menjadi risiko besar bagi perusahaan.

  3. Masalah Integrasi: Menghubungkan robot humanoid dengan sistem manajemen gudang dan alur kerja yang sudah ada terbukti sangat rumit.

  4. Kendala Energi: Baterai yang cepat habis membatasi waktu operasional robot, membuatnya kurang efektif untuk tugas dengan mobilitas tinggi.


Solusi Alternatif: Keunggulan Robot Polifungsional

Daripada terpaku pada bentuk manusia,  Gartner menyarankan perusahaan untuk melirik robot polifungsional.

Robot jenis ini (misalnya robot beroda dengan lengan teleskopik) tidak dibatasi oleh desain anatomi manusia.  Keunggulannya meliputi mampu memindahkan barang, memindai stok, dan inspeksi dengan lebih cepat, konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan humanoid dan  menghasilkan output kerja yang lebih tinggi per dolar investasi.

"Bagi mayoritas perusahaan yang memprioritaskan hasil produksi, robot polifungsional adalah solusi yang jauh lebih unggul saat ini," kata Caleb Thomson, Senior Director Analyst di Gartner.

Rekomendasi untuk Pemimpin Industri

Bagi para pemimpin rantai pasokan yang ingin berinvestasi dalam otomatisasi, Gartner memberikan saran strategis:

  • Lakukan Pilot Project: Validasi kelayakan teknologi sebelum membeli dalam jumlah besar.

  • Fokus pada Masalah Spesifik: Gunakan otomatisasi untuk mengatasi hambatan (bottleneck) tertentu, bukan sekadar untuk mengurangi jumlah karyawan.

  • Pilih Mitra yang Tepat: Berkolaborasi dengan penyedia teknologi yang bersedia menyesuaikan produk dengan kebutuhan operasional nyata Anda.


Fokus pada Fungsionalitas, Bukan Hype Secara keseluruhan, meskipun antusiasme terhadap robot humanoid terus meningkat, realitas di lapangan menunjukkan bahwa teknologi ini masih menghadapi jalan panjang untuk mencapai adopsi massal dalam sektor manufaktur dan supply chain

Para pemimpin industri disarankan untuk tidak terjebak dalam tren semata, melainkan beralih pada solusi yang lebih pragmatis seperti robot polifungsional yang terbukti menawarkan stabilitas, efisiensi energi, dan ROI yang lebih jelas.

Hingga tahun 2028, keberhasilan transformasi digital tidak akan ditentukan oleh seberapa mirip robot dengan manusia, melainkan seberapa efektif teknologi tersebut memecahkan masalah operasional yang spesifik dan meningkatkan produktivitas secara nyata.