Ledakan AI Agenik dan Sovereign AI: Revolusi Ekosistem Teknologi India

Notification

×

Ledakan AI Agenik dan Sovereign AI: Revolusi Ekosistem Teknologi India

14/02/2026 | 9:56:00 PM WIB Last Updated 2026-02-14T15:19:20Z
Sovereign AI,Kemandirian Ekosistem AI,GPU,Large Language Model (LLM),IndiaAI Mission,Transformasi Digital,Disrupsi Bisnis 2026,AI,Infrastruktur,Infrastruktur AI

Lanskap teknologi India tengah mengalami transformasi fundamental yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menjelang perhelatan India-AI Impact Summit 2026 yang akan digelar pada 19–20 Februari di New Delhi, India tidak lagi hanya memosisikan diri sebagai pusat outsourcing IT global. 

India kini mengambil alih kendali inovasi melalui dua pilar utama, yaitu pembangunan kemandirian ekosistem AI (Sovereign AI) dan adopsi masif AI yang mampu mengeksekusi tugas secara mandiri (Agentic AI).

Kedaulatan AI (Sovereign AI) untuk Menjaga Data dan Identitas Bangsa

Kecemasan global mengenai ketergantungan pada model AI asing telah mendorong pemerintah dan ekosistem teknologi India untuk membangun Sovereign AI.  Konsep ini memastikan bahwa data, infrastruktur komputasi (Graphics Processing Unit, GPU), dan model bahasa (LLM) dikendalikan secara lokal dan selaras dengan budaya serta bahasa asli India.

Langkah besar ini didukung penuh oleh IndiaAI Mission dengan alokasi dana pemerintah sebesar ₹10.300 crore (sekitar USD 1,2 miliar).  Misi ini berfokus pada pembangunan infrastruktur komputasi besar-besaran yang menargetkan puluhan ribu unit GPU untuk mendemokratisasi akses AI bagi startup dan peneliti lokal.

Beberapa pencapaian utama di sektor Sovereign AI hingga awal 2026 meliputi; BharatGen terus memantapkan posisinya sebagai inisiatif ekosistem GenAI berdaulat pertama di India, sementara Sarvam AI mengembangkan platform AI full-stack yang difokuskan pada pemrosesan lebih dari 10 bahasa daerah (Indic languages) dengan data lokal.

Pada pertengahan Februari 2026, dilaporkan bahwa 12 startup India telah terpilih di bawah IndiaAI Mission untuk mengembangkan dan memamerkan model fondasi buatan dalam negeri yang siap digunakan untuk berbagai sektor seperti pendidikan, hukum, kesehatan, dan tata kelola digital.

Melalui inisiatif seperti Bharat Data Sagar, India sedang membangun repositori data terbesar yang mencakup teks, ucapan, dan budaya India yang sebelumnya kurang terwakili dalam model AI global.

Ledakan AI Agenik (Agentic AI): Merombak Model Bisnis IT Tradisional

Di saat Sovereign AI membangun fondasi lokal, sektor korporasi India sedang dilanda demam Agentic AI.  Berbeda dengan AI generatif biasa yang hanya memberikan rekomendasi atau analitik, Agentic AI dapat merencanakan, mengambil keputusan, dan mengeksekusi alur kerja yang kompleks tanpa campur tangan manusia atau secara otonom.

Perkembangan mutakhir dalam AI Agenik di India mencakup:

1.  IBM Agentic AI Innovation Center

IBM baru saja meresmikan pusat inovasi Agentic AI di Bengaluru.  Fasilitas ini bukan sekadar laboratorium, melainkan pusat penciptaan bersama (co-creation) untuk membangun sistem AI korporat yang dapat beradaptasi langsung dengan volatilitas pasar dan regulasi.

2. Transformasi Perusahaan IT India

Raksasa teknologi seperti HCLTech telah merilis puluhan AI agents di pasar global untuk otomatisasi SDM, IT, dan keuangan.  

Sementara itu, pada awal Februari 2026, Hexaware meluncurkan Zero License, sebuah alat AI Agenik yang dirancang untuk menggantikan alur kerja Software as a Service (SaaS) tradisional.  "Zero License" diklaim mampu memangkas biaya lisensi perangkat lunak dengan menjadikan AI sebagai lapisan eksekusi utama.

3. Ancaman terhadap Model Penagihan IT

Ledakan ini membawa disrupsi nyata bagi perusahaan layanan IT. Analis dari Everest Group dan HfS Research mencatat bahwa AI Agenik mulai menghancurkan model penagihan berbasis jam kerja (seat-based billing) yang selama ini menjadi urat nadi perusahaan IT India. 

Klien global kini menuntut diskon besar karena AI Agenik berhasil memangkas jumlah jam kerja manusia, yang berimbas pada menyusutnya Total Contract Value (TCV) di industri ini.

Menuju Masa Depan: Sinergi Agenik dan Berdaulat

Konvergensi antara Sovereign AI dan Agentic AI ini terlihat jelas pada proyek-proyek terbaru.  Sebagai contoh, Maker's Lab dari Tech Mahindra saat ini dilaporkan sedang mengintegrasikan kerangka kerja AI Agenik ke dalam model bahasa Indic.  

Tujuannya adalah menciptakan agen AI yang tidak hanya pintar dan mandiri, tetapi juga memahami dialek lokal untuk membantu tata kelola administrasi pemerintah India.

Peralihan dari "AI untuk analitik" menjadi "Agen untuk aksi", yang dibangun di atas infrastruktur milik sendiri, memastikan bahwa India di tahun 2026 bukan lagi sekadar pasar bagi raksasa teknologi Barat, melainkan arsitek utama dalam revolusi kecerdasan buatan global.


Referensi: