iPhone 15 Pro: A17 Pro – Fondasi Era 3nm dan Apple Intelligence
- Memiliki 16-core Neural Engine yang sanggup menangani komputasi AI hingga 35 Triliun Operasi per Detik (TOPS). Kinerja ini tercatat 2x lipat lebih cepat dibanding pendahulunya (A16 Bionic).
- Chip ini menampung 19 miliar transistor dan dipasangkan dengan RAM 8GB LPDDR5. Kapasitas RAM 8GB ini belakangan menjadi syarat minimum bagi Apple untuk bisa menjalankan model AI Apple Intelligence di dalam ekosistem iOS.
- Fokus AI-nya digunakan secara intensif untuk Photonic Engine (pemrosesan fotografi tingkat lanjut), pengenalan subjek real-time, dan voice isolation cerdas saat menelepon.
iPhone 16 Pro: A18 Pro – Optimalisasi Penuh untuk Ekosistem AI
-
Walau tetap mengandalkan 16-core Neural Engine, subsistem cache dan bandwidth memori ke RAM 8GB diperbesar. Hasilnya, akses model AI menuju memori menjadi jauh lebih responsif.
-
AI pada A18 Pro didesain secara spesifik untuk memproses pemahaman gambar instan, seperti fitur Visual Intelligence yang diintegrasikan langsung melalui tombol kapasitif Camera Control.
-
Apple mulai merombak struktur internal dengan penambahan elemen pembuang panas (seperti lembaran graphene) agar pemrosesan generatif AI tidak membuat ponsel cepat overheating.
iPhone 17 Pro & Pro Max: A19 Pro – Puncak Komputasi AI Mobile
Menggunakan pita TSMC N3P terbaru, iPhone 17 Pro Series dirancang untuk tidak lagi sekadar menunjang, tetapi mendominasi kelas aplikasi berat (LLM secara lokal di iOS 26).
-
Neural Engine 16-core miliknya kini setara dengan chip kelas desktop. Lebih dari itu, Apple juga menyematkan Neural Accelerators (akselerator AI) di dalam tiap inti GPU 6-core miliknya (berteknologi Dynamic Caching Gen 2).
-
Pemrosesan AI tingkat tinggi sangat boros memori. A19 Pro memecahkan masalah tersebut dengan loncat ke RAM 12GB LPDDR5X-9600. Peningkatan kapasitas 50% ini dipadukan dengan kecepatan transfer masif hingga 76,8 GB/detik, ideal untuk menahan instruksi model AI raksasa dalam memori lokal.
-
Untuk pertama kalinya, pemrosesan AI secara ekstrem diimbangi dengan perangkat pendingin Vapor Chamber. Air deionisasi di dalam ruang pendingin sasis menyebarkan panas secara merata, memungkinkan NPU bekerja maksimal berjam-jam tanpa throttling.
Perbandingan Spesifikasi Komputasi AI (iPhone Pro Series)
| Spesifikasi Utama | iPhone 15 Pro (A17 Pro) | iPhone 16 Pro (A18 Pro) | iPhone 17 Pro (A19 Pro) |
| Arsitektur Fabrikasi | 3nm (TSMC N3B) | 3nm (TSMC N3E) | 3nm (TSMC N3P) |
| Konfigurasi Memori | 8 GB LPDDR5 | 8 GB LPDDR5 | 12 GB LPDDR5X-9600 |
| Spesifikasi AI (NPU) | 16-Core Neural Engine (35 TOPS) | 16-Core (Optimalisasi Bandwidth) | 16-Core Neural Engine + GPU Neural Accelerators |
| Kecepatan Bandwidth | Standar | Cepat | Sangat Cepat (Hingga 76,8 GB/s) |
| Manajemen Termal | Standar (Sasis Titanium) | Peningkatan internal (Graphene) | Sistem Vapor Chamber |
