Revolusi Chip AI di Smartphone Samsung

Notification

×

Revolusi Chip AI di Smartphone Samsung

17/02/2026 | 8:14:00 AM WIB Last Updated 2026-02-17T01:15:10Z
Smartphone,smartphone untuk AI,Exynos 2600, Multi-App Commands,Agentic AI,Samsung,Samsung Galaxy,Galaxy S26 Ultra,Snapdragon 8 Elite Gen 5,iPhone 17 Pro Max,ROG Phone 10

Memasuki awal tahun 2026, persaingan teknologi smartphone bukan lagi soal siapa yang punya megapixel kamera paling besar, melainkan seberapa cerdas "otak" di dalamnya.

Samsung, melalui lini Galaxy S26, baru saja menetapkan standar baru dalam integrasi Chip AI. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai evolusi dan penggunaan Chip AI pada perangkat terbaru Samsung.


Arsitektur Hardware: Dominasi NPU 2-Nanometer

Di balik fitur-fitur canggih Samsung, terdapat dua mesin utama:
  • Exynos 2600 (hasil fabrikasi 2nm GAA pertama di dunia)
  • Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Kunci kecerdasan ini terletak pada Neural Processing Unit (NPU), sebuah prosesor khusus yang dirancang untuk meniru neural network otak manusia.

NPU pada Exynos 2600 mencatatkan kenaikan performa hingga 113% dibandingkan generasi sebelumnya.Dengan fabrikasi 2nm, chip ini mampu menjalankan model AI yang kompleks tanpa menguras baterai secara drastis atau membuat overheat.

Teknologi ini memungkinkan CPU membantu NPU dalam memproses tugas AI real-time, membuat aplikasi terasa lebih responsif.

Agentic AI adalah Generasi Baru Galaxy AI

Jika tahun-tahun sebelumnya kita mengenal AI sebagai alat bantu "pasif" (seperti mengedit foto), di tahun 2026 Samsung memperkenalkan Agentic AI. Berkat chip terbaru, AI kini bisa bertindak sebagai asisten proaktif.

Chip AI memungkinkan Gemini (asisten AI) untuk mengambil informasi dari video YouTube dan menyimpannya langsung ke dalam Samsung Notes hanya dengan satu perintah suara (Multi-App Commands).

Pemrosesan video malam hari kini dilakukan secara frame-by-frame lewat NPU, menghasilkan video 4K yang jernih meski dalam kondisi minim cahaya (Low-Light AI Video).

Memindahkan objek dalam foto kini terasa instan tanpa delay, karena seluruh proses render dilakukanon-device (fiturGenerative Edit 2.0).


Perbandingan Strategis: Exynos vs. Snapdragon

Samsung kembali menggunakan strategi dual-chipset. Di kancah persaingan smartphone flagship tahun 2026, Galaxy S26 Ultra menonjol melalui pendekatan Hybrid AI Gaming yang sangat seimbang.

Mengandalkan sinergi antara chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Galaxy AI Super Resolution 2.0, perangkat ini tidak hanya mengejar angka frame rate tinggi, tetapi juga kecerdasan visual.

Fitur Adaptive Frame Booster-nya bekerja secara proaktif dengan memprediksi gerakan karakter untuk merender frame tambahan melalui NPU, yang secara efektif mengurangi input lag hingga 20%.

Selain itu, teknologi Ray Tracing AI pada Samsung jauh lebih efisien dalam mengelola daya karena hanya memproses pantulan cahaya pada area yang tertangkap mata, membuat sesi bermain game berat menjadi lebih lama tanpa suhu panas yang mengganggu.

Berseberangan dengan Samsung, iPhone 17 Pro Max tetap mengandalkan kekuatan ekosistem tertutup melalui chip A19 Pro dan MetalFX Upscaling 3.0. Apple lebih berfokus pada presisi visual tingkat konsol, di mana optimasi machine learning mereka mampu menghasilkan kualitas gambar 4K yang sangat tajam dan stabil.

Meski memberikan kontrol manual yang lebih sedikit bagi pengguna dibandingkan Samsung, iPhone unggul dalam hal konsistensi performa antar aplikasi. Sementara itu, ROG Phone 10 hadir sebagai "monster" performa murni yang menggunakan kecerdasan buatan untuk satu misi utama yaitu manajemen termal.

Sensor AI di seluruh bodi ROG mampu mendeteksi titik panas dalam hitungan milidetik untuk menyesuaikan distribusi daya secara instan, memastikan performa tetap berada di sustained performancetanpa mengalami throttling, menjadikannya pilihan utama bagi para pemain kompetitif.

Secara keseluruhan, pilihan di tahun 2026 ini sangat bergantung pada prioritas penggunaan Anda. Galaxy S26 Ultra adalah pemenangnya bagi pengguna yang menginginkan visual memukau dengan efisiensi baterai yang pintar untuk penggunaan harian sekaligus gaming.

Di sisi lain, iPhone 17 Pro Max menawarkan kesederhanaan grafis kelas atas yang mulus, sementara ROG Phone 10 tetap menjadi raja tak tertandingi dalam hal kekuatan mentah dan ketahanan suhu saat dipaksa bekerja ekstra keras di turnamen esports.

Keamanan dan Privasi: On-Device AI

Salah satu alasan mengapa Samsung jor-joran mengembangkan chip AI yang kuat adalah demi Privasi. Dengan NPU yang bertenaga, data sensitif seperti rekaman suara yang sedang diterjemahkan secara live atau dokumen yang diringkas tidak perlu dikirim ke server cloud. Semuanya diproses di dalam chip ponsel Anda.


Penggunaan Chip AI di Samsung Galaxy S26 series membuktikan bahwa Samsung tidak lagi hanya bermain di sisi perangkat lunak. Dengan arsitektur 2nm dan fokus pada Agentic AI, Samsung berhasil menciptakan ekosistem di mana teknologi memahami pengguna, bukan sebaliknya.


Youtube:  Semantic Tech, 31 Dec 2025 21:00. Samsung Galaxy S26 Ultra - FINALLY, IT'S CONFIRMED!!.