Tren media sosial terbaru kini tengah diramaikan oleh karikatur ChatGPT. Pengguna berbondong-bondong membagikan gambar diri mereka yang dihasilkan oleh AI dengan gaya kartun yang unik.
Namun, di balik keseruan tren ini, para ahli keamanan siber memberikan peringatan keras mengenai privasi data dan keamanan informasi pribadi Anda.
Apa Itu Tren Karikatur ChatGPT?
Tren ini dimulai ketika pengguna memberikan instruksi (prompt) spesifik kepada ChatGPT, seperti: “Buatlah karikatur tentang saya dan pekerjaan saya berdasarkan semua yang kamu ketahui tentang saya.”
Hasilnya adalah gambar cerdas dan lucu yang mencerminkan hobi, profesi, dan kepribadian pengguna. ChatGPT menggunakan riwayat percakapan sebelumnya dan data yang pernah diunggah pengguna untuk menciptakan citra yang sangat personal.
My students said I should refresh my school profile picture so I asked ChatGPT to create a caricature of me based on what the app already knew about me. Which one should I use? pic.twitter.com/6yRBc1wIdM
— Ryan Kennedy (@RyanKennedy_22) February 4, 2026
Risiko Privasi: Apa yang Terjadi pada Data Anda?
Meskipun terlihat tidak berbahaya, tren ini menuntut ChatGPT untuk mengakses dan memproses data sensitif dalam jumlah besar. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda perlu waspada:
- Profil Pengguna yang Sangat Detail Untuk menghasilkan karikatur yang akurat, AI menganalisis riwayat obrolan, informasi pekerjaan, gaya hidup, hingga foto profil Anda. Secara tidak langsung, Anda sedang membantu AI membangun profil digital yang sangat lengkap tentang diri Anda.
- Pelatihan Model AI Kebijakan privasi OpenAI (perusahaan di balik ChatGPT) menyatakan bahwa data yang diunggah pengguna dapat digunakan untuk melatih dan meningkatkan model AI mereka. Ini berarti informasi pribadi Anda bisa tersimpan secara permanen dalam sistem mereka.
- Risiko Biometrik dan Identitas Mengunggah foto wajah ke platform AI membawa risiko pencurian identitas atau pembuatan deepfake. Sekali data wajah Anda berada di server publik, sulit untuk menariknya kembali sepenuhnya.
Pengumpulan Data oleh Pihak Ketiga Pakar keamanan memperingatkan bahwa tren viral sering kali digunakan untuk menormalkan kebiasaan berbagi data secara berlebihan. Data ini bisa saja bocor atau digunakan oleh pihak ketiga untuk keperluan iklan bertarget atau bahkan aktivitas penipuan.
Tips Menjaga Keamanan Data Saat Menggunakan AI
Jika Anda tetap ingin mencoba tren ini, pertimbangkan langkah-langkah keamanan berikut:
- Matikan opsi "Chat History & Training" di pengaturan ChatGPT untuk mencegah data Anda digunakan sebagai bahan pelatihan.
- Gunakan Data yang Minim yaitu jangan memberikan detail spesifik seperti alamat kantor, nama anggota keluarga, atau dokumen sensitif dalam prompt.
- Hindari Foto Resolusi Tinggi dengan menggunakan gambar yang tidak terlalu detail untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data biometrik.
Tren karikatur ChatGPT memang menyenangkan untuk dibagikan di Instagram atau LinkedIn. Namun, penting untuk diingat bahwa "gratis" sering kali berarti Anda membayar dengan data pribadi Anda. Sebelum mengikuti tren viral berikutnya, pikirkan apakah kepuasan sesaat sebanding dengan keamanan privasi jangka panjang Anda.
Referensi: Forbes.com - "The New ChatGPT Caricature Trend Comes With A Privacy Warning".
