Mengintip Persaingan ChatGPT dan Google Gemini 2026

Notification

×

Mengintip Persaingan ChatGPT dan Google Gemini 2026

09/01/2026 | 9:22:00 PM WIB Last Updated 2026-01-09T14:30:53Z

Pernahkah kamu memakai ChatGPT untuk cari ide atau menyelesaikan tugas sehari-hari?  Nah, belakangan ini ada kabar menarik seputar dunia kecerdasan buatan (AI) yang patut kita simak. ChatGPT yang dulu ramai digunakan, ternyata sekarang mulai digeser oleh Google Gemini.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa saja kelebihan Google Gemini, dan bagaimana tren AI ke depannya? Yuk, kita kupas tuntas informasinya di sini!

Mengintip Persaingan ChatGPT dan Google Gemini

Dunia digital memang bergerak cepat.  Sejak ChatGPT diluncurkan oleh OpenAI tahun 2022, aplikasi ini langsung viral, bahkan sempat memecahkan rekor sebagai aplikasi dengan pertumbuhan pengguna tercepat di dunia.

Namun, berdasarkan data terbaru Similarweb, trafik kunjungan ke ChatGPT secara global cenderung turun.  Bahkan, selama lima bulan berturut-turut, trafiknya tidak naik signifikan. Sementara, Google Gemini terus tumbuh pesat.

Mengapa Popularitas ChatGPT Menurun?

Ada beberapa alasan mengapa kini banyak orang mulai berpaling dari ChatGPT.  Berikut ini beberapa faktornya:

  • Saat ini makin banyak aplikasi chatbot AI, seperti Google Gemini, Microsoft Copilot, dan Claude AI.  Pilihan semakin bervariasi, sehingga pengguna bisa memilih sesuai kebutuhan.
  • Google sudah lama dikenal, mulai dari email, pencarian, hingga cloud. Saat Google mengeluarkan Gemini, banyak yang langsung penasaran mencobanya.
  • Gemini langsung terintegrasi dengan produk-produk Google yang sering kita pakai, seperti Google Search, Gmail, dan YouTube, sehingga penggunaannya terasa lebih praktis dan membaur dengan keseharian.


Fitur Utama Google Gemini yang Menarik Perhatian

Google Gemini unggul melalui arsitektur multimodal native yang memproses teks, gambar, audio, dan video secara simultan dalam satu neural network, berbeda dengan ChatGPT yang menggunakan subsistem terpisah untuk mengoordinasikan output.

Fitur paling revolusioner yang tidak dimiliki ChatGPT adalah jendela konteks hingga 1 juta token pada Gemini 3 Pro, yang memungkinkan pengguna memproses ribuan halaman dokumen, 50.000 baris kode, atau berjam-jam video dalam satu sesi interaksi.

Kemampuan memori raksasa ini memberikan keunggulan telak bagi praktisi SEO dalam melakukan analisis data skala besar tanpa kehilangan detail konteks yang sering terjadi pada model kompetitor.

Keunggulan strategis lainnya terletak pada integrasi organik dengan ekosistem Google Workspace, yang memungkinkan Gemini mengakses data dari Gmail, Docs, Drive, hingga YouTube secara real-time untuk alur kerja yang lebih efisien.

Gemini juga menghadirkan inovasi unik seperti NotebookLM dengan fitur Audio Overview untuk mengubah riset teks menjadi diskusi podcast, serta platform agen "Antigravity" yang mampu mengeksekusi tugas lintas aplikasi secara otonom.

Dengan akses langsung ke indeks pencarian Google yang lebih segar, Gemini menawarkan data tren dan wawasan SEO yang lebih akurat, menjadikannya alat riset yang lebih superior dibandingkan ChatGPT bagi para profesional.

Teknologi memang berubah dengan cepat.  Hari ini, mungkin kamu lebih sering dengar soal ChatGPT, tapi besok bisa saja Gemini atau AI lain yang jadi primadona.

Yang terpenting adalah, jangan ragu untuk coba hal baru. Siapa tahu, justru dari percobaan kecil Kamu mendapatkan inspirasi atau bahkan solusi kece buat masalah sehari-hari.

Referensi:  
Youtube:  iTNews Indonesia, 09 Jan 2026 21:28. Mengintip Persaingan ChatGPT dan Google Gemini 2026.