Apa Itu Machine Learning?
Jenis-Jenis Machine Learning
Secara umum, machine learning terbagi menjadi dua jenis utama:
- Supervised Learning (pembelajaran dengan pengawasan)
- Unsupervised Learning (pembelajaran tanpa pengawasan)
Kita akan bahas satu per satu, supaya kamu lebih paham perbedaannya.
1. Supervised Learning
Contoh sederhananya adalah ketika kamu melatih komputer untuk mengenali email spam. Kamu kasih contoh email yang spam dan yang bukan spam. Setelah belajar, komputer jadi bisa mengklasifikasikan email baru secara otomatis.
Ciri utama Supervised Learning:
- Data dilabeli (memiliki output yang diketahui)
- Digunakan untuk memprediksi hasil atau klasifikasi
- Akurasi bisa diuji sejak awal
Contoh algoritma Supervised Learning:
- Linear Regression
- Logistic Regression
- Decision Trees
- Support Vector Machines
- K-Nearest Neighbors
2. Unsupervised Learning
Ciri utama Unsupervised Learning:
- Data tidak memiliki label
- Digunakan untuk memahami struktur atau pola tersembunyi
- Lebih cocok untuk eksplorasi data awal
- K-Means Clustering
- Hierarchical Clustering
- Principal Component Analysis (PCA)
- Apriori Algorithm (untuk asosiasi data)
Perbandingan Supervised vs Unsupervised Learning
| Kriteria | Supervised Learning | Unsupervised Learning |
|---|---|---|
| Data | Ada label (data sudah terklasifikasi) | Tidak ada label |
| Tujuan | Prediksi nilai/output baru | Menemukan pola tersembunyi |
| Contoh Teknik | Regression, Decision Tree | Clustering, PCA |
Kapan Menggunakan Supervised atau Unsupervised?
Kalau kamu punya data dengan output yang jelas—misalnya, data nilai siswa dan hasil ujian mereka—Supervised Learning adalah pilihan tepat.
Sebaliknya, jika kamu punya data mentah dan ingin menemukan pola atau segmen, seperti perilaku belanja pelanggan, maka kamu sebaiknya menggunakan Unsupervised Learning.
Mana yang Lebih Baik Supervised vs Unsupervised Learning?
Tidak ada satu jenis machine learning yang lebih baik dari yang lain. Semuanya tergantung pada kebutuhan dan tujuan analisis.
Yang penting, mulai dari memahami dulu jenis-jenisnya seperti yang kita bahas di atas. Semakin dalam kita pahami, semakin mudah kita menerapkan kecerdasan buatan di kehidupan nyata—baik untuk bisnis maupun pengembangan karier.
